BTN Dukung Ekosistem Pembiayaan Perumahan


Penulis: Ahmad Punto - 06 December 2018, 20:40 WIB
DOK. FIABCI Indonesia
DOK. FIABCI Indonesia

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap mendukung terciptanya ekosistem industri perumahan yang sehat dan berkualitas, utamanya dari sisi pembiayaan.

Komitmen tersebut akan menjadi salah satu pilar pembangunan ekosistem perumahan yang saat ini bergerak melalui Program Pembangunan Satu Juta Rumah.

Direktur Utama BTN Maryono meyakinkan bahwa perseroan akan selalu menjadi salah satu pendukung dari dari sisi pembiayaan.

Adapun pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan dan pemerintah bergerak dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi MBR.

Menurutnya, BTN siap menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan. Sejak berperan dalam pembiayaan perumahan sejak 1976, hingga saat ini BTN telah menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan tidak kurang dari 4,2 juta unit.

"Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita mencapai 94%," kata dia.

Maryono menegaskan tahun ini pun BTN memiliki target pembiayaan perumahan sebanyak 750 ribu unit rumah, dan di tahun depan, dia optimistis bisa naik menjadi 850.000 unit.

Sebagai informasi, pencapaian BTN Program Sejuta Rumah dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp52,452 triliun. Lalu meningkat pada 2016 menjadi 595.566 unit senilai Rp63,995 triliun.

Angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun.

Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun. Jumlah itu terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR nonsubsidi 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

Inovasi Digital
Salah satu potensi pasar yang digarap BTN ialah yang bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial yang sangat melek digital, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

Fokus pada pengembangan digital memang menjadi hal yang tak bisa ditawar di era sekarang.

Dalam acara yang sama, Senior Housing Specialis Bank Dunia Dao Harison pun mengungkapkan bahwa di zaman digital, inovasi teknologi dapat membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation).

Penggunaan teknologi itu juga diharapkan bisa mempermudah pemerintah Indonesia untuk mengembangkan rumah terjangkau bagi rakyat.

"Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan, tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar kelayakan dan keterjangkauan," kata Dao. (X-12)

BERITA TERKAIT