Buka Forum FIABCI, Menteri PUPR Ingin Properti Indonesia ke Panggung Global


Penulis: Ahmad Punto - 06 December 2018, 18:28 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) diapit Presiden FIABCI Dunia Assen Makedonov dan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata saat membuka FIABCI Global Bussines Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).     Dok Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) diapit Presiden FIABCI Dunia Assen Makedonov dan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata saat membuka FIABCI Global Bussines Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12). Dok Kementerian PUPR

PERTEMUAN FIABCI Global Business Summit 2018 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, 6-8 Desember 2018 diharapkan mampu memperluas jaringan bisnis sekaligus mendatangkan investasi di sektor properti dan pariwisata dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat membuka resmi agenda tahunan federasi pengusaha realestat dunia tersebut di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurutnya, upaya DPP Realestat Indonesia (REI) untuk menyelenggarakan FIABCI Global Business Summit di Indonesia dengan tema 'Affordable Housing and Tourism Development' mestinya dapat mengembangkan industri properti nasional menuju panggung global.

"Itu akan mendorong investasi internasional masuk ke Indonesia untuk mendapatkan modal baru sehingga pertumbuhan sektor-sektor penting ekonomi seperti properti juga dapat lebih berkembang," tutur Basuki.

Ia juga berpesan agar melalui forum ini Indonesia dapat memberikan kontribusi dan pengalaman kepada masyarakat internasional.

Salah satunya terkait penyelenggaraan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia yang menurutnya menerapkan konsep cukup unik karena melibatkan swasta dalam penyediaannya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, optimistis pertemuan yang baru pertama kali digelar di luar benua Eropa itu akan menjadi ajang menarik investasi internasional.

"Setidaknya ada 150 investor global potensial yang terkoneksi dengan forum bergengsi tersebut," kata dia di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Menurut Soelaeman, dalam tiga tahun terakhir ini proyek-proyek properti di Indonesia sudah mampu menarik investasi Rp105 triliun lewat pola kerja sama pengembangan.

"Saat ini ada 56 proyek dari 17 pengembang anggota REI yang ditawarkan lagi. Total nilai minimum investasinya mencapai Rp68 triliun dan Rp21 triliun di antaranya akan signing dalam forum ini," papar Soelaeman.

Sementara itu, terkait dengan penyediaan rumah terjangkau untuk MBR, Senior Housing Specialist Bank Dunia Dao Harison menyebut diperlukan data, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat untuk pengembangannya.

"Pesan saya kepada para pelaku usaha realestat di forum ini, ini bukan sekadar menjalankan profesi (sebagai pengembang) melainkan bagaimana kita dapat membuat perubahan di sektor perumahan terutama untuk mereka yang berpenghasilan rendah," ucapnya dalam salah satu diskusi rangkaian dari agenda pertemuan FIABCI tersebut, kemarin. (X-12)

BERITA TERKAIT