Bekerja Lebih Praktis dengan Hybrid Cloud Microsoft Azure


Penulis: (Des/M-2) - 24 November 2018, 06:40 WIB
DOK. MICROSOFT
DOK. MICROSOFT

PEMANFAATAN cloud computing atau layanan komputasi awan, belakangan telah menjadi kelaziman dalam berbagai segmen bisnis dewasa ini. Dengan adanya layanan cloud, banyak perusahaan mengalihkan penyimpanan file maupun data ke sana. Selain lebih praktis, pun lebih fleksibel untuk diakses.

Kini, teknologi cloud pun telah berkembang dengan adanya hybrid cloud. Apa itu? Secara sederhana, hybrid cloud ialah lingkungan komputasi awan terintegrasi yang mengombinasikan public cloud dengan private cloud. Karena dalam satu lingkungan, dimungkinkan terjadinya pertukaran data maupun aplikasi di antara keduanya.

Di Indonesia, teknologi hybrid cloud menjadi bagian dari layanan cloud komprehensif yang ditawarkan Microsoft Azure. Dengan Azure Stack, pengguna dapat memanfaatkan kecanggihan Azure di pusat data miliknya sendiri (on-premises/on site). Bisa dikatakan Azure Stack merupakan perpanjangan dari Azure, dengan kelincahan dan inovasi komputasi awan secara cepat ke lingkungan on-premises.

Azure Stack sudah dirilis secara global pada 2016 dan diklaim Microsoft sebagai peranti hybrid cloud pertama. Di Indonesia, Azure Stack diluncurkan secara resmi pada Maret 2017 dan mulai beroperasi pada akhir tahun lalu.

"Penggunaan hybrid cloud pun memiliki beberapa keuntungan bagi para penggunanya, seperti Common Identity, maksudnya adalah pengguna dapat menggunakan identitas yang sama on-premises dan lintas ribuan SAAS (software-as-a-service)," terang Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Lead Microsoft Indonesia, dalam media gathering di Jakarta, Jumat (22/11).

Keuntungan lain, imbuhnya, ialah pengelolaan dan keamanan yang terintegrasi. Ada pula konsistensi platform data. "Pada platform kami, Anda dapat bekerja dengan data apa pun, bahasa apa pun, dan pada platform apa pun dengan distribusi data yang sempurna di antara cloud dan on-premises serta diperkaya dengan analisis serta pembelajaran yang mendalam," kata dia.

Di Indonesia, Azure Stack telah memiliki lima mitra penyedia pusat data lokal, yaitu Telkom Telstra, Vibicloud, CBN, Visionet, dan Datacomm. Hal ini membuat Azure Stack dapat menghadirkan hybrid cloud platform yang aman dan memungkinkan perusahaan di Indonesia untuk mengoptimalkan operasional dan memaksimalkan nilai mereka.

BERITA TERKAIT