City Mewaspadai Kejutan MU di Menit-Menit Terakhir


Penulis: Satria Sakti Utama - 11 November 2018, 02:10 WIB
Oli SCARFF / AFP
Oli SCARFF / AFP

THE Citizens’ julukan City dengan segala keunggulannya diprediksi mampu menuntaskan tantangan dari Manchester United. Tim asuhan Josep Guardiola itu masih memegang rekor tak terkalahan sekaligus memuncaki klasemen Liga Primer Inggris. Mereka mengoleksi 29 poin dari 11 hasil laga yang telah dijalani.

Selain itu, Manchester City menjadi tim paling produktif plus paling sedikit kebobolan di Inggris sejauh ini. David Silva dkk tercatat telah mengkreasikan 33 gol atau rata-rata tiga gol per pertandingan dan baru kebobolan empat kali. Hal ini menjadi bukti superioritas Manchester Biru, julukan lain City.

Akan tetapi, faktor kejutan dapat merubah prediksi. Manchester United belakangan seperti dirasuki filosofi ‘Fergie Time’ atau kebiasaan meraih kemenangan di menit-menit terakhir. Situasi yang lazim didapati United ketika masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson.

Kemenangan atas Bournemouth dan Juventus pada dua laga sebelumnya menjadi bukti sahihnya. United meraih tripoin saat masa perpanjangan waktu kala mengalahkan Bournemouth 2-1 akhir pekan lalu.

Hal itu lantas menular ketika mengunjungi Kota Turin. United berhasil meraih kemenangan seusai men-cetak dua gol kemenangan dalam empat menit terakhir pertandingan. Skor akhir dalam laga itu pun juga berkesimpulan 1-2.

Waspadai kejutan United
Fakta ini membuat manajer Manchester City Pep Guardiola menyadari bahwa derbi Manchester tidak akan dilalui dengan mudah. Pep menyebut fokus selama 90 menit laga berjalan wajib hukumnya untuk mengalahkan Manchester United.

“Tidak ada tim yang menang di Turin dalam sembilan tahun, betapa kuatnya Juventus, tetapi United melakukannya. Ini selalu menyulitkan. Dalam sejarah, Manchester City sangat sulit mengalahkan United dan mereka mengalahkan kami lebih banyak,” tutur Pep, sapaan Guardiola.

Pernyataan Pep ini mungkin bentuk traumatis hasil musim sebelumnya. Tepatnya bulan April silam, City dipermalukan ‘Setan Merah’ julukan United di Etihad Stadium dengan skor 2-3.

 Sempat di atas angin dengan keunggulan 2-0 di babak pertama, Paul Pogba sukses membuat United bangkit. Pemain timnas Prancis itu mencetak dua gol sebelum tiga poin dikunci melalui gol Chris Smalling di menit ke-69.

“Kami harus bermain bagus dan itu tantangannya. Kami akan bermain dengan pemain dan mengira-ngira apa yang akan terjadi serta apa yang harus dilakukan di lapangan. Mengontrol permainan sebisa mungkin akan menjadi hal krusial, itu yang ingin kami lakukan,” kata Pep.

Sementara itu bos Manchester United Jose Mourinho mengatakan bahwa timnya akan kehilangan lebih banyak pertandingan jika mereka tidak ‘bangkit’ dan ‘memulai dengan baik’.

Hal terbukti United bangkit dari ketertinggalan 1-0 untuk mengalahkan Juventus 2-1 pada Rabu (7/11). Dengan menumbangkan Juventus, Mourinho tampak optimistis jelang timnya berlaga di Etihad Stadium pada Minggu.

“Jika kami terus kebobolan gol di depan lawan, akan tiba hari yang kami tidak bisa kembali,” kata Mourinho. “Kami bukan tim yang gampang menyerah,” ucap Mou. “Kami ialah tim yang selalu menemukan cara untuk melawan balik.” (Sat/goal/R-3)

BERITA TERKAIT