Hanya Orang Sehat Akui Kinerja Jokowi


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 November 2018, 09:30 WIB
MI/PIUS ERLANGGA
MI/PIUS ERLANGGA

SETELAH kode keras Joko Widodo soal politik sontoloyo dan genderuwo, kini cawapres KH Ma'ruf Amin menyebut orang buta dan budek yang tidak bisa melihat prestasi pemerintah saat ini.

"Orang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja tidak bisa melihat realitas kenyataan," ujar Ma'ruf Amin dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kemarin..

Ma'ruf Amin juga mengaku sebagian besar masyarakat sudah mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Amin. Hal itu menunjukkan bahwa kinerja Jokowi bisa dirasakan masyarakat di Indonesia.

"Saya bersyukur akhir-akhir ini deklarasi dilakukan di mana-mana di seluruh Indonesia, Jawa Barat, Jakarta, Banten, tiada hari tanpa deklarasi. Ini menunjukkan masyarakat sekarang mulai memahami apa yang dilakukan Pak Jokowi di periode pertama," ucap dia.

Amin mengatakan salah satu prestasi yang ditorehkan Jokowi ialah membangun infrastruktur pelabuhan, bandara, pendidikan, dan kesehatan. Pembangunan tersebut untuk menghindari disparitas satu daerah dengan daerah lainnya.

"Pak Jokowi sudah berhasil membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur, seperti pelabuhan dan lapangan terbang sehingga arus orang dan arus barang berjalan dengan baik. Terkoneksi daerah lain dapat menghilangkan disparitas antara satu daerah dan yang lain. Fasilitas pendidikan kesehatan dan lainnya juga sudah," tutur dia.

Amin yang juga Ketua MUI itu juga turut bicara soal politik genderuwo seperti yang diungkapkan Jokowi. Amin mengatakan politik genderuwo hanya memunculkan rasa takut.

"Maksudnya itu, kata Pak Jokowi, dalam membangun komunikasi politik, jangan menakut-nakuti. Kalau menakut-nakuti, itu seperti genderuwo. Itu ungkapannya bukan (membangun) optimisme, tetapi rasa takut," ujar Amin di Rumah Aspirasi.

Sepakat dengan Jokowi, menurut Amin, ada kelompok yang melakukan praktik politik untuk menebarkan ketakutan.

Ia berpendapat praktik seperti itu mesti diungkap agar tak ada lagi politikus yang hanya bisa membuat masyarakat resah dan pesimistis.

Sebelumnya, Jokowi bicara soal politik genderuwo. Politik yang dimaksudnya ialah cara-cara berpolitik yang menggunakan propaganda yang menakut-nakuti. Politik semacam itu juga menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Musisi jalanan
Ma'ruf Amin kemarin juga menghadiri festival musisi jalanan yang digagas Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) yang dinamai Festival Indonesia Bernyanyi. Acara tersebut digagas sebagai bentuk kepedulian relawan Jokowi-Amin kepada para seniman jalanan.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan LRJ ini," kata Amin.
Dalam kesempatan itu tampak hadir perwakilan dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Irma Chaniago.

Menurut Irma, hal itu merupakan langkah brilian agar para musikus jalanan bisa menelurkan lagu-lagu yang bisa mengharumkan prestasi Jokowi-Amin.

"Maka buatlah lagu seperti itu (mengangkat prestasi Presiden Jokowi) agar diperdengarkan di warung-warung di sekitar kita. Karena selama ini prestasi-prestasi Pak Jokowi selalu dipelintir oleh kubu sebelah. Kami TKN mendukung ide brilian ini," kata Irma. (P-1)

BERITA TERKAIT