Waspadai Bencana Hidrometeorologi


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 11 November 2018, 08:15 WIB
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

MEMASUKI November, sejumlah daerah berpeluang mengalami bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo mengatakan kondisi tersebut akibat aktivitas aliran massa udara basah dari Samudra Hindia sebelah barat Sumatra menuju wilayah Indonesia.

"Terutama Indonesia bagian barat dan tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah," kata Mulyono dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Potensi gelombang tinggi mencapai 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Sa-mudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia barat Bengkulu.

Dari pantauan cuaca, BMKG memprediksikan wilayah Sumatra bagian utara, pesisir barat Sumatra, sampai  Papua akan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga menengah tinggi. Dampaknya, wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor.

"Hampir seluruh wilayah Indonesia akan diguyur hujan deras, kecuali Pulau Jawa bagian timur, Bali, Pulau Sumatra bagian timur, Bali, dan sebagian Kalimantan," kata Kepala Humas BMKG Hary Sujatmiko.

Sementara itu, di Tasikmalaya, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan menyimpulkan penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Pangandaran, Cianjur, Bogor, Subang, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, Kota Tasikmalaya, Karawang, dan Kabupaten Bandung ialah penebangan hutan secara ilegal.

Ia mencontohkan hutan lindung di Garut kini beralih menjadi perkebun-an sayuran. "Dampaknya terjadi tanah longsor. Ini menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) menyusut dan kecil," kata Dadan.

Hampir semua DAS di Jawa Barat sudah rusak dan alami pendangkalan.
Waspadai cuaca ekstrem

Dari Jawa Tengah, sejumlah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan terkait dengan hujan deras yang mulai mengguyur di sejumlah daerah.

Bahkan di Banjarnegara dan Banyumas sudah terjadi tanah longsor skala kecil. Hujan deras di Banjarnegara menyebabkan tebing berbatu se-tinggi 20 meter dan panjang 50 meter runtuh. Material longsoran menghantam rumah warga di Desa Jenggung, Kecamatan Banjarmangu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo meminta pemerintah- pemerintah daerah di Jawa Tengah bagian selatan untuk meningkatkan kewaspadaan.  

Dari Bali dilaporkan, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah mengantisipasi cuaca ekstrem. "Kami antisipasi kondisi cuaca ekstrem bekerja sama dengan unit terkait untuk meningkatkan ke-selamatan penerbangan," ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.

Hujan deras di Bali menyebabkan pohon bambu tumbang dan tebing longsor hingga menutup seluruh akses jalan raya di Desa Akah, Banjar Sangging, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, kemarin. (AD/LD/RS/OL/N-2)

BERITA TERKAIT