BNPT: Pahami Bentuk-bentuk Radikalisme Agar Tidak Terseret


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 10 November 2018, 17:45 WIB
MI/Putri Yuliani
MI/Putri Yuliani

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam pemaparan di depan peserta kongres Indonesia Milenial Movement 2018 menegaskan generasi muda harus memahami soal radikalisme dan ekstrimisme. Tujuannya agar bisa menangkis penanaman paham tersebut dari oknum pelaku terorisme.

Kasubdit Kontra Propaganda Bidang Pencegahan Kolonel Sujatmiko mengungkapkan saat ini siapapun bisa tercuci otaknya dengan paham radikalisme serta ekstrimisme. Apabila terseret arus maka bukan mustahil penganutnya bisa berujung pada aksi terorisme.

"Saya berbicara berdasarkan data bahwa banyak pula yang terseret adalah direktur, aparat sipil negara, orang-orang yang seharusnya bisa menangkis tapi justru terseret. Sehingga harus ditanamkan betul apa radikalisme dan ekstrimisme itu," kata Sujatmiko di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (10/11).

Pada seminar yang diikuti oleh 100 peserta pelajar serta mahasiswa dari seluruh Indonesia itu, Sujatmiko menjelaskan bahwa generasi muda harus berhati-hati pada penyelipan pesan-pesan teori radikalisme di lini keseharian seperti media sosial. Generasi muda pun diminta tidak mudah terpengaruh terhadap isu-isu yang beredar dan mau bersikap kritis dengan mencari tahu terlebih dulu kebenaran dari isu yang ada.

Dalam kesempatan tersebut para peserta juga diharapkan memiliki sensitivitas terhadap perbedaan atau bisa bersikap toleran terhadap perbedaan.

Sebab, salah satu faktor yang membuat seseorang mudah terseret paham radikalisme adalah ketidaksukaan atau penolakan terhadap perbedaan.

"Dari survei yang kami lakukan ada 7,7% warga yang menyatakan bersedia untuk turut dalam aksi tersebut. Ini tentunya angka yang besar. Berbagai pihak harus ikut andil menyebarkan sikap toleransi terhadap perbedaan," terangnya.

Lebih lanjut ia menegaskan dalam mengatasi paham radikalisme harus menggunakan pendekatan yang halus dengan kearifan lokal yang ada di masing-masing karakter masyarakat.(OL-4)

BERITA TERKAIT