Jokowi Selalu Mengajak Salat Tepat Waktu 


Penulis: Ferdinand - 10 November 2018, 18:00 WIB
 MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

MENTERI Perhubungan, Budi Karya Sumadi mempunyai kesan khusus terhadap sosok Presiden Joko Widodo. Di matanya, Jokowi bukan hanya pekerja keras,melainkan juga taat menjalankan kewajiban agamanya. 

"Kalau waktu salat sudah tiba Pak Jokowi selalu bilang, ayo Pak sudah waktunya. Pak Jokowi juga sering menjadi imam, bacaannya bagus," kata Budi di hadapan peserta Dialog Nasional ke-30 Indonesia Maju di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/11). 

Dialog yang dilangsungkan di Diamond Convention Center itu diikuti 1.500 ibu rumah tangga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Hadir pula sebagai pembicara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. 

Budi bersyukur dan senang bisa bekerja bersama Jokowi. Sosok pekerja keras yang tidak mengenal hari libur dalam melayani rakyat, tetapi juga tidak pernah meninggalkan kewajiban agamanya. 

Oleh karena itu, lanjut Budi, tidak benar jika dikatakan Jokowi anti-Islam. Pendapat tersebut secara tidak langsung juga telah dipatahkan dengan masuknya Jokowi dalam jajaran 20 besar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia versi The Muslim 500. 

"Alhamdulillah, bersama Pak Jokowi salat saya tidak bolong-bolong lagi.Jadi, kalau ada yang mengatakan Pak Jokowi anti Islam, itu adalah fit...," kata Budi. 

"Fitnah," sambung hadirin. 

 

Baca juga: Pesan Presiden bagi Generasi Milenial di Hari Pahlawan

 

Berbicara soal kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, Budi menyatakan banyak hal-hal yang sebelumnya tidak dibayangkan berhasil dicapai. Salah satunya pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya sepanjang 568 kilometer. 

Selain itu, telah dibangun pula 5.220 unit pasar desa, 123.145 kilometer jalan desa, 791.145 meter jembatan, 1.972 unit embung, 26.070 BUMDesa, 2.882 tambatan perahu, 3.004 unit sarana olah raga, 28.091 unit irigasi, pembangunan pelabuhan nonkomersial di 104 lokasi, dan banyak lagi keberhasilan lainnya. Semua hasil kerja keras itu dipersembahkan untuk rakyat Indonesia. 

"Pembangunan tersebut pada dasarnya agar masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah," kata Budi. 

Puan Maharani menambahkan, selain pemerataan infrastruktur program lain dari Jokowi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu antara lain diupayakan melalui PKH, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

KIP yang dimulai pada masa awal Pemerintahan Jokowi-JK dengan jumlah penerima 11 juta siswa, sekarang telah bertambah menjadi 19 juta siswa. 

KIS dari 86,4 juta penerima manfaat naik menjadi 92,4 juta. Pemerintah menargetkan penerima manfaat program ini mencapai 194 juta, yang realiasikan secara bertahap. 

Kemudian PKH, dari 2,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) meningkat signifikan menjadi 10 juta KPM. Tahun depan bahkan direncanakan bertambah lagi menjadi 15,5 juta KPM. 

"Nanti untuk PKH ini ada program tambahan. Kalau penerima manfaat bisa memanfaatkan uangnya untuk membuka usaha, uangnya akan ditambah. Istilahnya bantuan bersyarat, sehingga ke depan penerima manfaat bisa mandiri," kata Puan. (OL-3)

BERITA TERKAIT