Perbanyak dengan Kultur Jaringan


Penulis: Suryani Wandari Putri - 11 November 2018, 05:45 WIB
MI/WANDARI
MI/WANDARI

DUDUK di depan meja kerja steril bernama Laminar Air Flow, tangan pengunjung disemprot cairan alkohol 96% agar steril. Semua itu dilakukan sebelum penanaman tanaman Nepenthes ampullaria atau kantong semar berbentuk termos ini pada Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di ICE BSD Tangerang, Jumat (2/11).

Dibimbing Ibu Yupi Isnaini, staf peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pengunjung memindahkan satu tunas tanaman ke dalam media agar-agar yang telah diberi nutrisi berupa mikroorganisme, makroorganisme, vitamin, dan glukosa di dalam stoples kecil. Eiitts tapi harus hati-hati lo sobat, tanamannya tidak boleh disentuh tangan. Ia harus menggunakan pinset yang sebelumnya telah dicelupkan di alkohol dan dibakar sebentar. "Supaya yang tumbuh tanaman, bukan makhluk lain seperti mikroba atau bakteri," kata ibu Yupi.

Teknik penanaman ini harus dilakukan bersih dan steril lo baik pengguna, alat, hingga medianya nih. Sebelumnya stoples berisi nutrisi ini sudah disterilkan dengan alat autoklap. Alat ini mirip presto dengan direbus pada suhu 120 derajat selama 15-20 menit.

Teknik ini disebut kultur jaringan sobat, yakni teknik perbanyakan tanaman tanpa melalui biji, bisa dari daun atau tangkai. "Biasanya dari biji, kita tabur lalu berkecambah. Satu biji ya tumbuh satu. Tapi kalau pakai kultur jaringan, dari satu biji bisa tumbuh ratusan, bahkan ribuan tanaman," kata Ibu Yupi. Mau tahu kenapa?

 

BERITA TERKAIT