Tak Ada Resep Cepat Tangani Defisit Neraca Berjalan


Penulis: Cahya Mulyana - 10 November 2018, 17:00 WIB

PENGAMAT ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, mengatakan penanganan defisit neraca berjalan tidak bisa menggunakan cara jangka pendek. Pasalnya ketergantungan impor sangat tinggi. 

"Tidak ada resep jangka pendek yg bisa mengatasi current account defisit sebabnya krn ktergantungan impor yg tinggi. Impor minyak, elektronik, otomotif, dan pangan nyaris sulit dikendalikan," terangnya kepada Media Indonesia, Sabtu (10/11).

Menurut dia, ketergantungan terhadap impor dapat dibuktikan dengan kenaikan tarif impor yang dinilainya malah meningkatkan defisit neraca perdagangan. Sisi lain, kecenderungan nilai tukar yang melemah mngindikasikan, tidak terjadi perbaikan konsep, strategi dan pelaksanaan pembangunan.

"Itu diindikasikan pada fluktuasinya stabilitas harga pada barang hajat hidup orang banyak. Maka di tahun politik ini seharusnya para capres mengevaluasi sistem ekokomi," paparnya.

 

Baca juga: Kebijakan Pemerintah Tangani Defisit Neraca Berjalan sudah Tepat

 

Ia mengatakan ekonomi global juga menghadapi situasi volatile, uncertainties, complex and ambigue (VUCA). Perang dagang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat membuktikan perlindungan ekonomi domestik sambil menebar situasi VUCA.

Sementara Indonesia tidak mcoba menstruktukturkan ekonomi domestiknya demi ketangguhan fundamental makro.

Cara berkomunikasi otoritas fiskal, persuasi dari otoritas moneter dan gaya bpolitik yang memilah-milah justru mndukung iklim ekonomi menjadi tidak kondusif.

"Karena itu investasi menjadi anjlok. Di tahun politik ini sepatutnya dan dalam rangka menjawab tantangan zaman, harus ada keberanian mngendalikan barang impor dan hutang. Kebutuhan akan dolar sesungguhnya bisa teratasi jika kita cerdas mwngelola sumber daya alam dan cabang produksi yang strategis," tutupnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT