Anies Cari Solusi Integrasi Koridor 13 Transjakarta dengan MRT


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 10 November 2018, 15:15 WIB
ANTARA/Galih Pradipta
ANTARA/Galih Pradipta

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti koridor 13 Transjakarta yang tidak terintegrasi dengan stasiun MRT sehingga menyulitkan perpindahan dan mobilitas masyarakat.

"Kalau koridor 13, naik itu, mau pindah ke MRT, gimana coba nanti? Jauhnya luar biasa. Stasiun MRT-nya di mana, lintasan TJ-nya di mana. Dua-duanya milik Pemprov itu," kata Anies, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah dalam melakukan integrasi transportasi di Jakarta. Ia mencontohkan stasiun MRT yang dilewati Koridor 13 justru terletak dekat kantor ASEAN di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. 

"Makanya jangan nyalahin yang lain. Karena itu saya dudukkan semuanya. Saya katakan bahwa tidak boleh lagi berpikir hanya modanya sendiri, semuanya harus berpikir sebagai satu-kesatuan sehingga warga Jakarta merasakan manfaat," sebutnya.

 

Baca juga: DKI Ingin Angkot Layani 95% Wilayah Jakarta

 

Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku sedang mencari solusi agar kedua moda tersebut bisa saling terintegrasi dengan baik.

"Jangan nanti MRT paling superior dan angkot paling inferior. Jadi juga ada istilah feeder, feeder itu kesannya kita hanya memfasilitasi untuk sampai ke sebuah moda, tidak. Semuanya penting," paparnya.

Dia memastikan akan segera melakukan perombakan rute untuk angkutan di Jakarta. Melalui sistem Jak Lingko, semua transportasi akan bisa saling terintegrasi. (OL-3)

BERITA TERKAIT