Polycom Atasi Jarak dengan Video Conferencing


Penulis: (Des/M-2) - 10 November 2018, 07:45 WIB
DOK. POLYCOM
DOK. POLYCOM

EKSISTENSI internet telah mendorong geliat pertumbuhan segmen usaha kecil dan menengah (UKM) di dunia, termasuk Indonesia. Internet, dibarengi dengan teknologi telekomunikasi terkini, memungkinkan pelaku UKM tidak lagi bak katak dalam tempurung. Mereka dapat lebih mudah memperluas pasar dan jaringan, bahkan hingga go global.

Perkembangan UKM di Tanah Air mendorong Polycom, perusahaan teknologi asal AS, untuk menawarkan kemudahan dalam hal komunikasi. Vice President Polycom India, SAARC & SEA, Minhaj Zia mengatakan, teknologi Unified Communications (UC) pada Polycom dapat membantu para pelaku UKM untuk berkomunikasi via video conference dengan lebih lancar tanpa terhalang jarak, khususnya dengan mengingat kondisi geografis Indonesia.

"Dengan internet, UKM bisa bersaing secara global dan tumbuh dengan pesat. Kami melihat ini sebagi peluang bagus untuk menawarkan produk kami agar bisa membantu bisnis menjadi lebih baik lagi," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, baru-baru ini.

Salah satu produk yang dinilai cocok untuk UKM ialah Polycom Trio Video Solutions. Perangkat ini diklaim sangat mudah untuk digunakan, juga mampu memberikan kualitas gambar dan suara yang baik.

Fitur dari Polycom Trio Video Solutions, antara lain Noise Block, seperti namanya, mampu memblokade suara-suara tidak relevan saat melakukan rapat kerja atau meeting. Ada pula fitur Kamera canggih yang dapat mengikuti orang yang sedang berbicara saat meeting.

Perangkat ini pun diungkapkan sangat mudah digunakan dan minim infrastruktur IT pendukung. Dibanderol dengan harga US$500, atau kurang lebih setara Rp7 juta, perangkat ini bisa menjadi sebuah solusi untuk keterbatasan jarak dalam melakukan usaha. Selain Trio, beberapa produk lain yang dimiliki Polycom untuk berbagai segmen ialah Real Presence Debut, Eagle Eye Producer Camera, dan Real Presence Group Series.

"Jaringan internet dan biayanya dahulu masih menjadi salah satu tantangan, terutama di wilayah pelosok. Namun, sekarang itu bukan lagi tantangan karena kualitas internet semakin baik dan harganya pun semakin murah," imbuh Minhaj.

Menurutnya, wilayah geografis Indonesia yang sangat luas membuat kebutuhan video conference semakin meningkat karena memungkinkan pertemuan tatap muka langsung dengan waktu dan tempat yang fleksibel.

"Gaya hidup yang selalu terkoneksi dengan perangkat dan mobilitas tinggi di Indonesia menjadi kunci diterimanya pengadopsian model kerja kolaboratif jarak jauh dengan baik. Oleh karena itu, layanan kami di Indonesia banyak yang wireless agar mendukung gaya hidup mobile tersebut," ungkap Minhaj.

 

BERITA TERKAIT