Hendardi: Tudingan Rekayasa Kasus Rizieq Itu Fantasi


Penulis: Micom - 09 November 2018, 18:17 WIB
MI/ROMMY PUJIANTO
MI/ROMMY PUJIANTO

KETUA Setara Institute Hendardi mengatakan tuduhan atas rekayasa kasus pengibaran bendera di Arab Saudi yang menjerat Rizieq Shihab (RS) tidak lah berdasar. Hal ini juga terlihat sebagai upaya melanggengkan pengaruh, agar para pengikut Rizieq tetap dalam satu barisan yang berujung pada kepentingan politik praktis dalam pilpres 2019.

Arab Saudi sebagai negara yang berdaulat, tidak mungkin mendapat campur tangan dari negara lain. Sehingga masalah adanya bendera hitam di kediaman Rizieq Shihab tidak perlu ditanggapi pemerintah secara berlebihan.

"Dugaan kecurigaan serta tudingan pengikut RS sebagai perbuatan dari unsur aparat Negara RI seperti BIN, disamping tidak logis juga hanya fantasi, ilusi dan diduga kuat merupakan bentuk politisasi, seolah-olah sebagai korban," kata Hendardi dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jumat (9/11).

Baca Juga:

Ini Penjelasan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Soal Penangkapan Rizieq Shihab

 

Hendardi pun membenarkan perlakuan Pemerintah RI yang memberikan perlindungan bagi setiap warga negara Indonesia di luar negeri, tak terkecuali RS. Namun mesti diingat juga status RS yang merupakan buron dari beberapa kasus di Tanah Air termasuk dugaan terlibat chatting porno.

 

RS memilih menghindar menghadapi hukum di Tanah Air, namun tetap mencoba bermain politik di negara orang. Konsekuensinya juga mesti berhadapan dengan hukum di negara tersebut.

"Upaya bantuan yang telah dilakukan perwakilan Pemerintah RI di Arab Saudi sudah lebih dari cukup kepada RS sebagai WNI yang berada di luar negeri, padahal dia justru menghindar dari proses hukum di Indonesia," pungkasnya.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT