Bulog Jatim Siap Beli Gabah Petani sesuai Harga Pasar


Penulis: Bagus Suryo - 09 November 2018, 18:15 WIB
MI/Bagus Suryo
MI/Bagus Suryo

PERUM Bulog Divisi Regional Jawa Timur membuka peluang tetap membeli hasil panen sesuai harga pasar bagi petani yang mengikuti program on farm mandiri.

"Kami akan membeli hasil panen petani, harganya sesuai HPP dan harga pasar," tegas Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim, kepada wartawan saat peluncuran on farm petani mandiri di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat (9/11).

Di desa setempat, Bulog Subdivre Malang menggandeng sekitar 200 petani. Mereka tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Jaya memiliki lahan seluas 104,92 hektare dan Poktan Fakta Jaya seluas 87,05 ha.

Hasyim mengungkapkan, program on farm atau pola kemitraan di Jatim sudah mencapai 1.500 ha dari target 5 ribu ha tahun ini. Kemitraan bulog-petani itu, lanjutnya, sudah terealisasi diantaranya di Kabupaten Malang, Jember, Kediri, Bojonegoro dan Ponorogo.

Pihaknya mengaku bakal menggenjot luas areal kemitraan hingga akhir 2018. Dengan demikian skema kerja sama akan semakin luas, petani pun mendapatkan kepastian dari bulog yang menyerap hasil panen.

Program on farm ini, kata Hasyim, menggunakan skema kerja sama mandiri oleh bulog. Tapi juga ada yang skema mandiri petani. Adapun soal harga pembelian gabah dan beras sesuai kesepakatan bersama, bisa jadi di atas HPP atau sesuai harga pasar.

"Skema kerja sama ada yang mandiri dan sinergi. Kita menjalin kerja sama karena ada pemikiran di masyarakat, bahwa bulog tidak mau membeli hasil panen petani," ujarnya.

Hasyim menjelaskan bakal membeli gabah petani, sebab target pengadaan beras di Jatim mencapai 697 ribu ton pada 2018, tapi sampai November ini pengadaan beras baru tercapai 55%.

Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo Wahyu Budi Ardianto mengatakan gabah kering panen petani dijual Rp4.600-Rp5.400 per kg. Untuk itu ia berharap bulog bisa membeli gabah petani tanpa berpatokan pada HPP yang hanya Rp3.700 per kg.

Demikian juga sejumlah petani di desa setempat, yaitu Sanimin, Legiman dan Suratiman, mengaku akan mengikuti progfam on farm. Tapi mereka berharap kepada bulog agar menyerap hasil panen sesuai harga pasar. "Harga gabah kering panen terakhir Rp4.600 per kg," kata Saniman. (OL-1)

BERITA TERKAIT