Industri Minuman Mulai Terapkan Standar Hijau


Penulis: Yanurisa Ananta - 09 November 2018, 17:54 WIB
 ANTARA FOTO/Syaiful
ANTARA FOTO/Syaiful

INDUSTRI minuman dalam negeri mulai menerapkan standar hijau berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang mengamanatkan tentang perwujudan industri hijau. Salah satu perusahaan minuman yang mengimplementasi hal tersebut ialah PT Multi Bintang Indonesia.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim menyatakan PT Multi Bintang Indonesia membangun fasilitas biomassa, sehingga dapat menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam dengan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

"Dengan fasilitas tersebut, perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga dapat meminimalkan limbah maupun emisi yang dihasilkan,” ujar Rochim.

Industri minuman bertumbuh sebesar 10,77% pada triwulan III tahun ini. Sebelumnya, pada triwulan II-2018, dalam kelompok industri makanan dan minuman turut memberikan kontribusi hingga 35,87% terhadap PDB industri nonmigas.

Baca Juga:

Inovasi bagi Industri Makanan dan Minuman

 

Sedangkan, dilihat dari industri minuman beralkohol, sektor ini berperan dalam penerimaan negara dengan memberikan kontribusi cukai dalam negeri sebesar Rp5,27 triliun pada tahun 2017. Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 2,63% dibanding penerimaan cukai di tahun 2016 yang mencapai Rp5,14 triliun.

 

Selanjutnya, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan nilai ekspor produk bir dari Indonesia tercatat hingga 12% per tahun. Pada tahun 2017, nilai ekspornya mencapai US$7,6 juta. Negara tujuan yang disasar antara lain Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk Cosmas Batubara menyampaikan dengan beralih ke EBT, maka emisi CO2 dari operasional brewery di Sampangagung, Mojokerto, akan berkurang hingga 90% atau setara dengan 5.000 ton CO2.

Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi selaku perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas yang selama ini berasal dari gas alam dengan EBT. Hal tersebut digunakan untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lain.

EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80% limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan 20% limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada mitra kami, PT Tasma Bio Energi yang membantu Multi Bintang mewujudkan Brew a Better Indonesia,” tandasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT