Langkah Inalum Keluarkan Global Bond Diapresiasi


Penulis: Cahya Mulyana - 09 November 2018, 13:47 WIB
ANTARA/WAHYU PUTRO A
ANTARA/WAHYU PUTRO A

PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) (Inalum) diapresiasi karena berhasil mendapatkan dana segar melalui penerbitan global bond senilai US$4 miliar atau sekitar Rp58,4 triliun untuk pembayaran 51% saham PT Freeport Indonesia. Meskipun upaya ini tak mudah, butuh 10 hari untuk menuntaskan surat utang sampai akhirnya laku dan cair di Amerika Serikat.

"Sangat tepat langkah Inalum mengeluarkan global bond senilai US$4 miliar. Cara itu lebih baik karena bunganya lebih rendah, tenor panjang serta tak perlu jaminan," ungkap Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi kepada Media Indonesia, Jumat (9/11).

Menurut dia, keberhasilan Inalum mendapatkan US$4 miliar menjadi angin segar untuk proses pembayaran 51%saham PT Freeport Indonesia. Dengan demikian, penguasaan saham tambang di Papua itu dapat segera selesai.

"Ini sekaligus menjawab yang mempertanyakan proses transaksi divestasi saham Freeport Indonesia. Setelah selesai pembayaran, Inalum bisa langsung menyusun direksi dan melanjutkan operasi Freeport Indonesia," tutupnya.

 

Baca juga: Inalum tidak pernah Klaim Proses Divestasi Freeport sudah Selesai

 

Direktur Utama PT Inalum persero Budi Gunadi Sadikin melalui akun instagram dengan nama Budigsadikin mengungkapkan telah berhasil menerbitkan global bond dan mendapatkan dana Rp58.4 triliun. Itu ditempuh melalui cara menerbitkan global bond di New York, Amerika Serikat.

"Baru menyelesaikan penerbitan obligasi global senilai US$4 miliar di New York. (Just after closing a US$4 bio global bond deal late evening in New York)," terang Budi dalam keterangan foto dirinya bersama jajaran direksi serta Menteri BUMN Rini Soemarno yang ia unggah beberapa waktu lalu.

Menurut dia, proses penerbitan global bond di New York tidak mudah karena harus memakan waktu sampai 10 hari lamanya. Capaian ini membuatnya bangga tapi juga melelahkan.

"Selanjutnya siap untuk pulang ke Indonesia, setelah 10 hari yang melelahkan. (Ready to go back home after 10 grueling days)," pungkasnya.

Head of Corporate Communication Inalum, Rendi Achmad Witular, sebelumnya menegaskan global bond yang diterbitkan Inalum tanpa jaminan apapun. Pasalnya Freeport Indonesia memiliki potensi bisnis yang bagus, tidak memiliki utang dan memiliki keuangan yang baik.

Menurut dia, global bond yang telah diterbitkan jauh di bawah permintaan investor. Itu karena mereka percaya terhadap kondisi keuangan Freeport dan Inalum sehingga wajar mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe. (OL-3)

BERITA TERKAIT