Penerimaan Pajak Negara Masih 10-12 Persen Dari Potensi yang Ada


Penulis: Yanurisa Ananta - 09 November 2018, 12:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati -- MI/Susanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati -- MI/Susanto

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut penerimaan pajak lima tahun terakhir masih berkutat di kisaran 10-12% dari potensi yang ada. Meski kontribusi pajak terhadap penerimaan negara sebesar 70%, namun angka tersebut dinilai lebih kecil dibanding potensi yang ada.

"Tax Ratio-nya masih di bawah 15%. Selama lima tahun terakhir kita masih berkutat di angka antara 10-12% dan ini berarti masih banyak potensi bagi kita untuk tingkatkan kesadaran membayar pajak," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Pertumbuhan penerimaan pajak itu, menurut Sri Mulyani, tidak sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/Growth Domestic Product) yang sudah mendekati Rp16.000 triliun. Penerimaan pajak masih sekitar Rp1.500-1.600 triliun setiap tahun.

Padahal, lanjut dia, Tax Ratio bisa ditingkatkan hingga setara dengan negara-negara tetangga sebesar 15% atau 16% dari GDP, maka akan ada potensi lebih dari Rp750 triliun.

"Maka itu, edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya pajak adalah strategi penting untuk meningkatkan penerimaan negara yang akan kembali kepada masyarakat juga. Banyak fakta yang membuat kita tercengang, betapa kita masih punya PR untuk tingkatkan kesadaran pajak," jelasnya.

Baca Juga:

Ditjen Pajak Perluas Kerja Sama Terkait Pendidikan Pajak

Sri juga membeberkan, tingkat kepatuhan membayar pajak masih rendah. Dari 10 orang yang bekerja baru satu orang yang terdaftar sebagai wajib pajak. Dari 20 orang wajib pajak hanya satu orang yang benar-benar membayar pajak. Lalu, dari 10 wajib pajak hanya lima orang yang menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak.

"Ini menunjukkan adanya ketidakadilan karena yang sering kita dengar para pembayar pajak yang patuh adalah 'kenapa kami harus patuh sementara kami lihat banyak orang yang tidak patuh dan tidak terkena konsekuensi apa-apa'. Makanya ini bukan tugas yang mudah," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT