Sisa Kurang Dua Bulan, Target Pengadaan Beras Sumsel Jauh Dari Target


Penulis: Dwi Apriyani - 09 November 2018, 12:00 WIB
Ilustrasi --  MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

TARGET pengadaan beras Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung tidak akan tercapai.

Diketahui target pengadaan beras tahun ini yakni 80.000 ton, sementara hingga kini pencapaian penyerapan beras untuk gudang Bulog Divre Sumsel Babel baru 15.500 ton. Angka tersebut masih cukup rendah mengingat hanya 19 persen dari target.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin mengatakan, secara matematis target dalam mencapai 100% sulit dicapai mengingat waktu yang tersisa kurang dari dua bulan lagi.

"Memang sulit capai target dengan waktu yang tersisa saat ini. Namun kami pastikan walau penyerapan minim, stok (ketersediaan) beras di Gudang Bulog dapat memenuhi kebutuhan beras di Sumsel Babel hingga April 2019," ucapnya.

Yusuf menerangkan, stok yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan beras hingga 7 bulan ke depan. Sementara kebutuhan beras di Sumsel Babel rata-rata per bulan mencapai 3.700 ton.

"Stok beras di gudang kita aman. Nantinya pada pertengahan atau alhir Februari 2019, akan kembali masuk masa panen oleh petani di Sumsel Babel sehingga kita akan melakukan penyerapan kembali," ungkapnya.

Baca juga: Pemprov Kalteng Kembangkan Food Estate di Lahan 1 Juta Hektare

Dengan waktu kurang dari dua bulan ini, kata Yusuf, pihaknya akan semaksimal mungkin menyerap beras dari para petani dengan ketentuan HPP dari pemerintah. Diyakini pihaknya dapat kembali menyerap beras hingga 1.000 ton lebih selama dua bulan ini sebelum akhirnya tutup tahun.

Adapun perolehan beras tersebut saat ini hanya disumbang dari Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur. Tidak hanya dari daerah itu, lanjut Yusuf, gudang beras Bulog Divre Sumsel juga mendapat pasokan beras dari program pemerataan beras nasional.

Seperti saat ini, terdapat beras dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Lampung. 

"Kita menyadari saat ini potensi panen sudah berkurang karena siklus masa panen pertanian sudah hampir selesai. Insya Allah pada Februari mendatang, masa panen kembali datang. Karena itu demi memenuhi stok beras di gudang, Bulog pusat ada program pemerataan beras. Untuk beras impor, saat ini sudah tidak ada lagi, memang sempat ada di Sumsel Babel namun untuk kepentingan komersil," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT