Babel akan Salurkan Bantuan Tahap II Rp600 Juta untuk Sulteng


Penulis: Rendy Ferdiansyah - 09 November 2018, 10:30 WIB
Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa -- MI/Rendy  Ferdiansyah
Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa -- MI/Rendy Ferdiansyah

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menyalurkan bantuan tahap dua sebesar Rp600 juta untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa, mengatakan dana masyarakat yang terkumpul melalui rekening Babel peduli Rp600 juta akan dipergunakan untuk membangun sarana air bersih, MCK dan tiga Dapur Umum.

Selain itu, lanjut Mikron, pihaknya juga akan membagikan baju bertuliskan Ayo Sulteng Bangkit.

"Kita harapkan dengan Baju bertuliskan semboyan itu, dapat membangkitkan semangat paara korban gempa dan tsunami di Sulteng," kata Mikron.

Baca juga: Disabilitas Mental Ingin Bantu Korban Gempa

Sementara dana Rp600 juta tersebut menurut Mikron akan dibagikan Rp300 juta untuk pembangunan infrastruktur seperti MCK dan air bersih, sedangkan Rp300 juta lagi untuk dapur umum dan baju.

"Kita harapkan pembangunan saranan air bersih dan MCK ini dapat membantu kebutuhan air bagi masyarakat korban gemat dan tsunami," kata Mikron usai rapat bersama relawan dan para donatur bantuan untuk ke Palu dan Donggala di kantor BPBD Babel, Kamis (8/11).

Selain itu, Pihaknya juga akan mengirim para relawan terdiri dari petugas Trauma Heling, Psikolog sosial dan Guru.

"Guru ini nanti kita kirim untuk membantu mengajar anak-anak korban gempa dan tsunami palu," ucap Mikron.

Rencananya pembangunan sarana air bersih, MCK, pembagian Baju dan Dapur umum baru akan di laksanakan pada Akhir November nanti hingga Desember.

"Nanti tim kita Dari HNSI Bangka akan pantau titik-titik lokasi yang akan dibantu," terangnya Mikron.

Sementara, Ketua HNSI Bangka, Ridwan, mengatakan setelah di Palu, Sigi dan Donggala baru mereka tahu di mana saja titik-titik yang akan dibantu. Untuk itu mereka akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

"Kita akan survei dulu, untuk menentukan titik-titik yang akan kita bantu, setelah oke baru dikerjakan," kata Ridwan. (OL-3)

BERITA TERKAIT