Pertamina Bantah Kurangi BBM Subsidi di Babel


Penulis: Rendy Ferdiansyah - 09 November 2018, 09:50 WIB
Ilustrasi -- MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi -- MI/ROMMY PUJIANTO

PT Pertamina (persero) membantah mengurangi pasokan atau kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar kepada masyarakat Bangka Belitung. Kelangkaan di beberapa SPBU beberapa hari terakhir disebabkan permasalahan dalam pendistribusian.

Sales Executive Retail PT Pertamina Denny Nugraha mengatakan, bahkan saat ini penyaluran BBM di Babel sudah melebihi kuota.

"Saat ini penyaluran sebenarnya lebih dari ketentuan yang kita salurkan 5%-6% sudah lebih untuk solar, premium di 97%. Kita sudah salurkan sesuai jumlah yang ditetapkan pemerintah, dari regulator BPH MIgas dan pusat," katanya, usai talkshow BBM berkualitas, Kamis (8/11).

Menurutnya, kuota BBM bersubsidi untuk provinsi Babel satu tahun masing-masing 180.000-190.000 KL solar dan premium. Disinggung mengularnya antrean di SPBU, Denny menyebutkan pihaknya tidak bisa bertindak sendiri jika ada SPBU yang nakal. Untuk melakukan penindakan, pihaknya harus bekerja sama dengan pihak terkait seperti Disperindag dan kepolisian.

Akan tetapi ia menegaskan jika memang ada SPBU yang bermain dengan memberikan jatah kepada kendaraan melebihi batas, Pertamina bisa melakukan tindakan.

"Selama satu bulan kami sudah menutup 5 SPBU yang sudah ditindak karena dugaan mengisi di luar batas wajar," tegasnya.

Ia meminta, masyarakat juga aktif melaporkan jika ada dugaan SPBU melanggar batas maksimal ini.

"Kami akan tetap mengaawasi dan menerima laporan serta segera menindaklanjuti jika ada laporan," imbuhnya.

Denny menjelaskan, beberapa hari terakhir memang terjadi kendala dalam distribusi, dimana kapal pengangkut BBM terhambat masuk ke pelabuhan lantaran pasang surut air di pelabuhan, sehingga distribusi ke 52 SPBU di Bangka mengalami hambatan.

Ia menambahkan, masyarakat Babel secara keseluruhan masih belum bisa move-on dari BBM bersubsidi, padahal Pertamina sudah menyediakan BBM alternatif lain selain premium dan solar, yakni Pertalite, Pertamax, kemudian biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex.

BBM non subsidi ini, jelasnya memiliki keunggulan yang lebih baik dibanding bbm bersubsidi, yakni Research Octane Number (RON) untuk Pertalite mencapai 90 dan Pertamax (RON 92) yang semakin baik untuk kendaraan.

"Untuk di wilayah Babel, kalau dibandingkan areal wilayah Sumbagsel, Babel tergolong masih rendah pengunaan BBM berkualitas, baru 50%, sedangkan daerah lain sudah 70%-80% gunakan BBM pertalite, dexlite dan lainnya," terangnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT