Dirjen Perhubungan Udara Pelajari Petunjuk Operasi Boeing 737-Max8


Penulis: Cahya Mulyana - 09 November 2018, 09:25 WIB
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

PELAKSANA tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Pramintohadi Sukarno, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Boeing Co tentang Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM). FCOM ini akan dikaji karena berisi tindakan yang harus dilakukan oleh penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang diduga disebabkan adanya erroneous input pada Angle of Attack Censor.

"Dalam CANIC disebutkan bahwa penerbitan FCOM dilatarbelakangi informasi yang sejauh ini sudah diperoleh dari kejadian kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Kami telah menerima konfirmasi emergency AD (Airworthiness Directive) telah diterbitkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/12).

Menurut dia, dalam FCOM, pihak Boeing Co menyatakan bahwa latar belakang diterbitkannya FCOM adalah berdasarkan informasi yang sejauh ini sudah diperoleh dari kejadian kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang. Petunjuk yang dikeluarkan ini merupakan update dari petunjuk yang telah ada sebelumnya.

Pramintohadi mengatakan FCOM tersebut memang didasari oleh data-data yang diperoleh dari investigasi yang dilakukan oleh KNKT, dengana NTSB Amerika Serikat serta Boeing sebagai pabrikan juga terlibat. Pramintohadi juga menjelaskan bahwa sehari sebelumnya Ditjen Perhubungan Udara telah berkomunikasi dengan perwakilan FAA di Singapura terkait dengan rencana penerbitan FCOM ini.

FAA juga menyampaikan bahwa keluarnya FCOM tersebut diikuti dengan emergency (AD #: 2018-23-51) the International Community atau CANIC, sebagai konfirmasi dari FAA kepada regulator di negara pabrikannya.

"Ditjen hubud sedang mempelajari dan mengevaluasi emergency AD (Airworthiness Directive) dimaksud. Kami juga terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya dengan KNKT agar setiap informasi baru yang muncul dari proses investigasi kecelakaan JT610 dapat langsung ditindaklanjuti dengan langkah-langkah preventif," tutupnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT