Fokus Meraih Medali Emas Olimpiade


Penulis: Pol/X-5 - 09 November 2018, 08:15 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

SENYUM terus mengembang dari bibir atlet angkat besi Eko Yuli Irawan. Itulah yang tampak, kemarin, ketika ia keluar dari Istana Merdeka setelah bertemu Presiden Joko Widodo. Tiga keping medali emas kejuaraan dunia tergantung di lehernya yang kekar.

Eko hadir di istana untuk memenuhi undangan Presiden dengan didampingi Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Rosan Roeslani.

"Pak Eko senyum banget, nih. Pak Eko ke istana," ujar Imam sembari tertawa.

Eko menyatakan bersyukur sudah merasakan semua kompetisi dan meraih medali. Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Askhabad, Turkmenistan (4/11) lalu, Eko yang tampil di nomor 61 kg merajai di angkatan snatch (143 kg), clean & jerk (174 kg), dan total (317 kg). Total angkatan itu merupakan rekor dunia baru.

"Rakyat dan pemerintah sangat bangga atas prestasi Pak Eko. Prestasi-prestasi seperti ini kita harap terus berkesinambungan, bukan hanya di angkat besi dan angkat berat, tapi juga di cabang lain," ujar Jokowi.

Presiden memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui Kemenpora, misalnya melalui pembinaan, pelatihan, hingga mengikutsertakan atlet dalam berbagai kompetisi dan kejuaraan.

Eko mengaku, meski sudah banyak prestasi yang ditorehkan, belum puas jika belum meraih medali emas Olimpiade. Menurut rencana, pesta olahraga terbesar sejagat itu akan digelar di Tokyo, Jepang, pada 2020. Inilah target berikutnya. "Fokusnya ke sana," ujar Eko.

Untuk mewujudkan impiannya itu ia akan mempersiapkan diri lebih baik lagi dan berharap dukungan pemerintah.

"Emas Olimpiade kita inginnya. Mudah-mudahan dengan support maksimal, hasilnya juga maksimal," ujar Eko yang sebelumnya meraih medali emas di Asian Games 2018 di Jakarta.

Menurut Menpora, sebagai apresiasi atas prestasinya di Turkmenistan, Presiden memberikan bonus Rp250 juta, sedangkan Kemenpora memberi ganjaran Rp200 juta. Selain itu, PABBSI akan memberikan bonus kepada Eko.

Ketika ditanya akan digunakan untuk apa bonus itu, Eko mengaku untuk sementara ditabung dulu dan ke depannya akan digunakan untuk membangun sasana angkat besi bagi remaja-remaja di Lampung yang ingin menjadi atlet angkat besi.

"Saya ingin menciptakan (lifter) supaya di angkat besi prestasinya tidak mandek," ujar lifter kelahiran Lampung, 24 Juli 1989. (Pol/X-5)

BERITA TERKAIT