Nostalgia Hentakan Pistol dan Manisnya Mawar


Penulis: Ars/X-3 - 09 November 2018, 08:10 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

APPETITE for Destruction seakan menjadi album Guns N' Roses yang wajib dimiliki remaja di era 1980-an. Lengkingan suara Axl Rose bersambut dengan sayatan gitar Slash, diiringi Duff McKagan pada bas, Izzy Stardlin (gitar rhythm), dan Staven Adler (drum) jadi pembangkit semangat pada masa itu.

Gaya Axl yang urakan, meliuk-liukkan badan saat bernyanyi, Slash yang cuek, dan kalung rantai gembok ala Duff yang ditiru dari basis The Sex Pistols Sid Vicious menjadi gaya yang kerap ditiru kala itu.

Lebih dari 30 tahun setelah kemunculan album Appetite for Destruction, Guns N' Roses dengan personel hampir lengkap datang ke Indonesia.

Konser kali ini bisa dibilang istimewa karena Axl dan Slash bisa tampil bersama. Sebelumnya, mereka pernah konser di Indonesia secara terpisah.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang menggelar konser Not in this Lifetime Tour ini. Dalam konser yang disaksikan Presiden Joko Widodo itu Guns N' Roses membawakan It's So Easy dan Mr Brownstone sebagai pembuka gelaran mereka di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam.

Axl, yang kini gempal, masih atraktif seperti masa mudanya. Dia tetap berlari di panggung, tapi suara melengkingnya sudah jarang terdengar. "You know where you are? You in jungle, Jakarta," teriak Axl saat mulai bernyanyi lagu Welcome to the Jungle.

Lagu yang biasanya bertempo cepat pun dibawakan dengan versi yang sedikit lambat.

GnR sangat beruntung punya Slash, gitaris andal dengan teknik bermain gitar sangat tinggi. Dia harus bermain lebih panjang untuk memberikan Axl waktu mengambil napas.

Guns N' Roses membawakan lebih dari 20 lagu dalam konser yang berdurasi hampir 3 jam. Bukan hanya lagu-lagu dari album Appetite for Destruction yang mereka main-kan, lagu dari album Lies, Use Your Illusion I dan II, serta dari Spaghetti Accident juga mereka bawakan, seperti You Could Be Mine, Live and Let Die, Civil War, Estranged, Sweet Child o' Mine, November Rain, dan Night Train sebelum encore.

Pada saat encore, GnR membawakan empat lagu seperti Patience, Don't Cry, dan Paradise City sebagai penutup.

Axl dkk memang sudah tak lagi muda, tetapi karya Guns N' Roses tetap bergairah muda dengan hentakan pistol dan manisnya mawar. (Ars/X-3)

BERITA TERKAIT