Jawa Barat Kejar 2023 Bebas Stunting


Penulis:  (BB/YK/FR/N-3) - 09 November 2018, 01:15 WIB
MI/BENNY BASTIANDY
MI/BENNY BASTIANDY

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menargetkan pada 2023 wilayah tersebut terbebas dari penderita stunting. Saat ini jumlah anak penderita stunting di Jawa Barat (Jabar) sekitar 29,2%. "Insya Allah harapan kami pada 2023 bisa meminimalkan, bahkan tidak boleh ada lagi kasus stunting," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar, Atalia Praratya Kamil, seusai menghadiri Pela-tihan Duta Pencegahan Stunting di Gedung Assakinnah, Kabupaten Cianjur, Jabar, kemarin.

Ia tak memungkiri kasus stunting di Jabar relatif masih tinggi. Di Indonesia berdasarkan pendataan, jumlah anak penderita stunting di atas sekitar 32%.

"Kalau di Jawa Barat sekitar 29,2%. Paling penting dilakukan adalah kerja sama dan sinergi dengan dinas terkait. Selama ini banyak sekali dinas-dinas yang terlibat. Dari 27 kementerian, sebanyak 23 kementerian ada keterkaitan dengan stunting," ujarnya.

Di Pemprov Jabar, ujarnya, penanganan dan pencegahan stunting jadi satu di antara prioritas. Atalia menaruh harapan besar kegiatan pelatihan duta pencegahan stunting di Kabupaten Cianjur bisa mendorong daerah lainnya di Jabar melaksanakan kegiatan serupa.

"Kabupaten Cianjur merupakan daerah pertama di Jabar yang melaksanakan pelatihan duta stunting," terangnya.

Seusai pelatihan, Atalia berharap, para peserta pelatihan yang berjumlah sekitar 500 orang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat hingga pelosok. Apalagi, mereka merupakan kader posyandu dan tenaga kesehatan. "Jadi target Jabar terbebas stunting pada 2023 bisa terwujud," tandasnya.

Terkait dengan isue serupa, Pemkab Lamongan, Jawa Timur, gencar mengedukasi warga untuk mencegah terjadinya kasus stunting. Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Lamongan Makhdumah Fadeli dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Makhdumah Fadeli, program edukasi akan digelar simultan hingga 14 November mendatang di sejumlah lokasi di Lamongan. Dia menyayangkan masih ada anak dengan kondisi stunting di wilayahnya. Padahal, Lamongan kaya akan sumber pangan, mulai padi, jagung, hingga ikan. Bahkan, beberapa hari lalu Lamongan telah menerima penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Award Bidang Inovasi Konsumsi Pangan Lokal dari Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, 14 kelurahan di lima kecamatan di Kota Surakarta, Jateng, siap memerangi masalah kekurangan yodium setelah mendapatkan bantuan mini laboratorium yodium dari Nutrition Internasional. Alat ini dapat mendeteksi apakah garam yang dikonsumsi memenuhi standar kecukupan yodium, minimal 30 ppm.

BERITA TERKAIT