Identifikasi Korban Lion Air Terus Dilakukan


Penulis: (RF/Ins/Ant/N-1) - 09 November 2018, 08:20 WIB
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

KEPOLISIAN RI masih terus melakukan identifikasi jenazah korban jatuhnya Lion Air JT610 hingga kemarin setelah Basarnas mengumumkan perpanjangan pencari­an korban hingga tiga hari ke depan.

Pihak kepolisian kemarin menyatakan sudah berhasil meng­identifikasi 51 jenazah korban hingga H+11 sejak pesawat nahas itu hilang kontak pada Senin (29/10). “Sampai hari ini, semalam penambahan tujuh orang. Sebanyak 44 tambah tujuh jadi 51 teridentifikasi,” kata Kabag Yaninfodok Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono di Jakarta, kemarin.

Dari total jumlah jenazah ter­identifikasi itu terdiri dari 40 laki-laki dan 11 perempuan. Tim DVI, ujar Pudjo, sudah menerima 186 kantong jenazah dari tim pencari dan penyelamat (SAR). Sementara itu, data DNA sudah diambil dari 609 sampel guna dicocokkan kesesuaiannya­.

Pudjo menegaskan pemerintah melakukan pendampingan psikologi bagi sejumlah keluarga korban pesawat nahas Lion Air. “Kegiatan lain pendampingan psikologi sebanyak 173 keluarga korban,” kata dia.

Terkait sudah 186 total kantong jenazah yang diterima tim DVI, dijelaskan, bukan berarti angka itu menunjukkan jumlah mayat secara riil. Namun hal itu merujuk pada paket temuan tim SAR, bukan pada jumlah korban. Alasannya, temuan itu bisa berupa potongan jenazah yang digabungkan dalam satu kantong.

Saat ini, Basarnas beserta tim yang terlibat masih berjuang mencari kotak hitam kedua yang belum kunjung ditemukan, yaitu cockpit voice recorder sebagai data kunci investigasi. Adapun waktu operasi untuk proses evakuasi korban diperpanjang hingga besok, Sabtu (10/11).  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan lima jenazah tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, untuk diserahkan kepada keluarga korban. Para korban dapat diidentifikasi tim medis Polri pada Rabu (7/11) malam dan tiba di Pangkalpinang secara bertahap menggunakan pesawat berbeda.

Lima jenazah, yaitu dr Rio Ananda Pratama, 26, dokter RS Bakti Timah, Eling Sutikno, 59, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Radika Wijaya, 4, dan Rafezza Wijaya, 1,9, beralamat di Desa Air Putih, Muntok Kabupaten Bangka Barat. Selanjutnya, Kasan, 63, beralamat di Jalan Depati Hamzah Rt.001/002 Semabung Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. “Jenazah dr Rio Ananda akan langsung dibawa RSBT Pangkalpinang karena permintaan keluarga korban,” ujarnya.

Isak tangis keluarga besar dan kerabat, kemarin, mengiringi kedatangan jenazah almarhum Paul Ferdinand Ayorbaba, salah satu penumpang pesawat Lion Air JT610 di rumah duka, Kwamki Baru, Timika, Papua.

BERITA TERKAIT