Selfie Petugas Imigrasi dengan Miyabi Berbuntut Protes


Penulis: Arnoldus Dhae - 09 November 2018, 08:00 WIB
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

FOTO selfie antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi berbuntut panjang. Dua pejabat dari Konjen Jepang di Denpasar, kemarin, mendatangi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali. Mereka diterima Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Agato Simamora, yang mengaku pertemuan berjalan baik.

Simamora mengungkapkan soal informasi pemeriksaan terhadap Miyabi yang dianggap tidak patut dan layak serta soal foto selfie dengan petugas yang dianggap tidak patut karena saat itu Miyabi baru saja dimintai keterangan oleh petugas Imigrasi. “Terkait dengan pemeriksaan Miyabi memang sudah sesuai SOP yang ada.”

Dijelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa Miyabi akan datang ke Bali untuk meng­ikuti kegiatan ulang tahun Berbie Nouva. Dia didaulat tampil sebagai bintang tamu. Melalui nomor RSVIP di 0811801017 dan 082144000808 semua informasi didapat.

Setelah mendapat bukti awal tersebut, petugas Imigrasi tidak tinggal diam. Surat perintah penyelidikan dikeluarkan. Petugas mendatangi Kantor Syahbandar Benoa yang melayani Kapal Sea Safari Cruise. Petugas juga mendatangi Kantor Sea Safari Cruise dan mereka mengaku tidak pernah berkaitan dengan boat party oleh Supernova Entertainment.

Pada 6 November 2018, petugas menemui perempuan yang belakangan diketahui bernama Berbie Nouva untuk membayar tiket empat orang dengan harga Rp6 juta. Kepada petugas, Nouva menjelaskan, bahwa pesta dipindahkan ke RA Villa di Sekar Tunjung Kesiman Denpasar karena sudah banyak penolakan. Jadi, berdasarkan data-data itu kita keluarkan surat untuk penyelidikan.

“Semuanya sesuai mekanisme. Tidak benar kalau kasus ini melanggar prosedur,” tegasnya.

Alasannya, sesuai prosedur petugas mencari Berbie Nouva, memperkenalkan diri dari Kantor Imigrasi Denpasar, memperlihatkan surat tugas, tanda pengenal, dan meminta agar WNA yang bernama Maria Ozawa untuk menunjukkan identitas paspor dan foto dengan wajah Maria Ozawa.

“Pada dasarnya kami menerapkan asas praduga tak bersalah. Selama satu jam petugas bertanya, siapa yang mengundang dia, untuk acara apa, apakah dipungut bayaran, dan sebagainya.” Terkait dengan beredarnya sejumlah foto selfie di media sosial bahwa petugas Imigrasi melakukan foto selfie di Kantor Imigrasi, Simamora menyatakan bersedia menindak anak buahnya.

Dikecam
Viralnya informasi kedatangan dan penindakan pihak Imigrasi terhadap Miyabi yang datang ke Bali menimbulkan sedikit masalah dengan Konjen Jepang di Denpasar, disesalkan  praktisi pariwisata I Made Ramia Adnyana.

Menurut Ramia yang juga GM Sovereign Hotel ini, acara tersebut tidak layak diadakan di Bali. Pasalnya, mencederai pariwisata Bali yang berlandaskan adat budaya. “Bukannya kami menolak kedatangan artis yang terkenal karena film dewasanya itu, tapi acara macam itu jelas mencoreng pariwisata kita yang mengusung adat budaya,” ucap Ramia, kemarin.

Bahkan, ia mengakui begitu mendengar kabar dan melihat pamflet yang beredar akan digelarnya acara­ yang mengundang Miyabi itu berusaha mencari informasi kebenarannya. Ramia juga khawatir jika keberadaan acara itu akan merusak loyalitas tamu yang kerap datang ke Bali. “Hal-hal seperti ini bisa memengaruhi dan mencoreng pariwisata kita,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan pihak luar jangan menjual Bali untuk kepentingan pribadinya, padahal pariwisata Bali sudah jelas berbasis adat budaya. (N-1)

BERITA TERKAIT