Takut atas Penyelidikan Rusia Trump Pecat Jaksa Agung


Penulis:  (AFP/Yan/I-1) - 09 November 2018, 00:45 WIB
AFP
AFP

PRESIDEN Donald Trump pada Rabu (7/11) memecat Jaksa Agung Jeff Sessions sehari setelah pemilihan suara tengah semester yang panas. Isu menyebutkan bahwa seorang loyalis bakal menggantikannya. Langkah itu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan investigasi Rusia.

Pemecatan itu mengakhiri lebih dari satu tahun kritik keras presiden atas keputusan penasehat hukumnya yang mundur dari penyelidikan soal campur tangan Moskow dalam Pemilu 2016.

Saat mengumumkan pemecatan Sessions dalam sebuah tweet, dia mengucapkan terima kasih kepada mantan senator Alabama itu untuk pengabdiannya. Selanjutnya Trump segera menunjuk Kepala Staf Jaksa Agung, Matius Whitaker, sebagai Jaksa Agung sementara.

Pengumuman itu seakan membunyikan lonceng peringatan. Whitaker secara terbuka mengkritik tim Mueller yang menyelidiki dugaan bahwa Trump bersekongkol dengan Rusia pada 2016. Yang dalam hubungan lain antara Trump, keluarga dan pembantu, dan Rusia, disebut sebagai sebuah investigasi yang disebut sebagai perburuan penyihir.

Pemimpin Minoritas di Senat asal Demokrat, Chuck Schumer, segera meminta Whitaker untuk mengundurkan diri dari penyelidikan seperti pendahulunya.

Senator Bernie Sanders, mantan calon presiden, melangkah lebih jauh lagi. Dia men-tweet bahwa setiap upaya oleh presiden atau Departemen Kehakiman untuk mengganggu penyelidikan Mueller ialah bentuk penghalang keadilan dan pelanggaran yang tak dapat ditoleransi.

Sessions ialah korban pertama dari perombakan kabinet yang diduga bakal dilakukan Trump setelah pemilihan tengah semester ketika partai Republik kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan.

"Atas permintaan Anda, saya mengajukan pengunduran diri saya," kata Sessions di baris pertama surat yang ditujukan kepada Trump, yang dikeluarkan Departemen Kehakiman.

Sessions ialah senator AS pertama yang mendukung pemilihan presiden Trump pada 2016.

Dia mendorong memperluas jajaran penegak hukum federal, mengisi pengadilan dengan hakim konservatif, dan menindak geng Amerika Tengah seperti MS-13.

Presiden Trump marah ketika pada Maret 2017 Sessions menarik diri dari penyelidikan Rusia yang baru diluncurkan, karena ia memberi Rosenstein otoritas itu.

BERITA TERKAIT