Penembakan di California Tewaskan 13 Orang


Penulis:  Denny Parsaulian Sinaga - 09 November 2018, 00:25 WIB
AFP/ FREDERIC J. BROWN
AFP/ FREDERIC J. BROWN

SEORANG pria bersenjata menewaskan 13 orang, termasuk seorang perwira polisi, ketika ia melepaskan tembakan di sebuah bar musik country yang dipenuhi oleh mahasiswa di California.

Insiden itu terjadi di Borderline Bar and Grill di Kota Thousand Oaks, di daerah perumahan yang tenang dan mewah di Los Angeles, Rabu (10/11) malam.

Pelaku penembakan tewas pascakejadian. Ia ditembak beberapa kali oleh aparat dan kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit setempat. Kendati demikian, kepolisian belum merilis identitas dan latar belakang pelaku. Motif penembakan juga masih diselidiki.

Seorang sheriff mengatakan bahwa sekitar selusin orang lain telah terluka. Dia mengatakan motif penembakan dan identitas penembak tidak diketahui.

Menurut para saksi, pria bersenjata itu melemparkan beberapa granat asap ke dalam Borderline Bar and Grill sebelum dia mulai menembak sekitar pukul 23.20, Rabu.

"Ini merupakan pemandangan yang mengerikan. Ada darah di mana-mana," kata Sheriff Ventura County, Geoff Dean kepada wartawan, Kamis (11/8).

"Kami tidak tahu apakah ada hubungan terorisme dengan ini atau tidak. Saat ini sedang dilakukan investigasi dan informasi itu akan kami keluarkan setelah dapat menentukan dengan tepat siapa tersangka dan apa motif yang mungkin dia miliki."

Matt Wennerstron, seorang mahasiswa berusia 20 tahun dan biasa di bar, mengatakan penembak menggunakan pistol laras pendek. "Itu senjata semiotomatis karena banyak tembakan yang dia bisa tarik."

Wennerstron mengatakan dia dan teman yang lain keluar dari bar ke balkon dan kemudian melompat ke tempat yang aman. "Menggunakan satu kursi bar dan langsung melompat melalui jendela," katanya kepada wartawan.

30 tembakan

Rekaman TV menunjukkan tim SWAT yang mengelilingi bar dengan orang-orang yang kebingungan berseliweran dan menggunakan ponsel mereka saat lampu dari mobil polisi melintas.

Holden Harrah, seorang pemuda yang melihat insiden itu, menangis ketika dia mengatakan kepada CNN bahwa tempat dia pergi setiap minggu untuk bersenang-senang dengan teman-teman telah menjadi adegan pembantaian.

"Seorang pria berjalan di pintu depan dan menembak gadis yang ada di belakang meja. Saya tidak tahu apakah dia masih hidup," katanya.

Seorang saksi yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa seseorang berlari ke bar sekitar pukul 11.30 dan mulai menembak apa yang tampak seperti pistol hitam.

"Dia terus menembak, setidaknya 30 kali. Saya masih bisa mendengar suara tembakan setelah semua orang pergi," kata Times mengutip pria itu.

Ini merupakan peristiwa terakhir dalam epidemi kekerasan senjata di Amerika. Hanya berselang 10 hari yang lalu, seorang pria bersenjata membunuh 11 jemaah di sebuah sinagoga di Pittsburgh.

Tahun lalu, di festival musik country yang disebut Route 91 di Las Vegas, terjadi pembunuhan massal terburuk dalam sejarah modern Amerika Serikat. Seorang pria bersenjata yang menembak dari lantai 32 sebuah hotel dan kasino dengan senjata berkekuatan tinggi menewaskan 58 orang. (AFP/Straitstimes/I-1)

BERITA TERKAIT