UGM-Lintasarta Dukung Pengembangan Startup di DIY dan Jateng


Penulis: Syarief Oebaidillah - 08 November 2018, 21:55 WIB
Ist
Ist

SEBAGAI perusahaan Information and Communication Technology (ICT) tepercaya, Lintasarta melalui program social investment menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Innovative Academy Appcelerate.

Kegiatan joint programme ini bertujuan mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital dan mempersiapkan mahasiswa, dosen, alumni serta masyarakat luas yang selaras dengan spirit UGM untuk menjadi wirausahawan muda atau technopreneur.
Program yang berlangsung selama 6 bulan ini telah dimulai sebelumnya dengan kegiatan Energizing Starups, Industry Parallel Session, dan terakhir Startup Pitching yang dilaksanakan pada Minggu (5/11) di Innovative Hub UGM.

Innovative Academy Appcelerate (IA Appcelerate) merupakan sebuah program inkubasi dan akselerasi yang bertujuan untuk mengembangkan usaha startup bisnis digital binaan UGM dan kampus lain yang berada di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta memperbesar peluang startup untuk menjalankan usahanya secara mandiri dan berkesinambungan.

Hargo Utomo, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, menegaskan UGM mengambil peran sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan riset atau inovasi yang memiliki potensi untuk dihilirkan serta dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.

"UGM sangat senang dan mengapresiasi dapat menjalankan peran hilirisasi ini dengan salah satu mitra strategis Lintasarta melalui IA Appcelerate yang diselenggarakan tidak hanya untuk UGM, namun juga masyarakat luas yang memiliki kesamaan spirit dengan UGM," kata Hargo Utomo melalui keterangan tertulis, Kamis (8/11).

Dia menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menginspirasi banyak pihak dalam hal pemanfaatan potensi kampus untuk mendorong munculnya pelaku bisnis pemula dengan melibatkan peserta dari berbagai bidang ilmu (sains, teknologi, dan bisnis) ke dalam satu kelompok kegiatan produktif yang berimbas pada peningkatan spirit kolektif dalam penyelesaian berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.

IA Appcelerate 2018 mengusung tema 'Designing Solutions to Industrial Problems through Campus-Based Development' dengan fokus penyelesaian permasalahan industri di bidang Finance Bank, Finance non Bank, Supply Chain, dan Smart City.

Bersama Lintasarta, perusahaan penyedia Komunikasi Data, Internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri, program ini diselenggarakan untuk membentuk mental mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang tidak hanya bisa meraup profit tapi juga memiliki kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Program ini pada tahap awal diikuti oleh 75 startup yang masing-masing beranggotakan mahasiswa serta alumni dari perguruan tinggi yang ada di DIY dan Jateng. Usai melewati tahapan pengumpulan proposal dan seleksi administrasi, terpilih 17 startup yang diberi kesempatan untuk mempresentasikan profil startup beserta rencana bisnis mereka di hadapan para mentor IA Appcelerate.

Usai presentasi, para mentor kemudian memberikan pertanyaan atau masukan kepada para pemilik startup, serta menentukan tim yang akan lolos ke tahap selanjutnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan mentoring. Presentasi yang dilakukan 17 tim ini menuai pujian dari para mentor.

Appcelerate Program Director, Ryo Naldho, mengutarakan para mahasiswa telah menunjukkan kematangan mereka dalam membangun startup yang memiliki nilai sosial dan juga nilai bisnis.

"Program Appcelerate ini juga kami lakukan di Bandung dan Surabaya namun saya menilai UGM nampak mempunya keseriusan cukup besar dalam menangani pengembangan usaha dan inkubasi sehingga startup yang ada pun terlihat sudah benar-benar dipersiapkan dengan matang," cetusnya.

Penilaian ini membuat Lintasarta memutuskan untuk meloloskan 10 startup menerima bantuan dana pengembangan serta mengikuti program mentoring untuk mempersiapkan startup hingga siap diluncurkan ke pasar yang lebih luas. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT