Tim Garuda Diminta Tampil tanpa Beban


Penulis:  Nurul Fadillah fadillah - 08 November 2018, 23:20 WIB
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/

POIN penuh dari tuan rumah Singapura dalam laga pembuka penyisihan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Kallang, akan melapangkan jalan Indonesia ke babak selanjutnya. Namun, skuat 'Garuda' diminta tampil tanpa beban dan tidak terpengaruh publik tuan rumah.

"Kami mencoba bermain seperti di rumah. Tapi itu bisa saja sulit karena pemain mungkin gugup. Tapi kami akan mencoba meningkatkan fokus pemain karena bagi kami 3 poin itu penting untuk pertandingan berikutnya," ujar pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, kemarin.

Tugas berat memang harus dipikul Bima Sakti. Pasalnya, sejak ditunjuk PSSI menangani timnas Indonesia menggantikan Luis Milla, Bima hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan tim menghadapi Piala AFF 2018.

Minimnya pengalaman sebagai pelatih menjadi dasar banyak pihak meragukan kemampuan Bima Sakti. Namun, Bima menepis keraguan tersebut saat membawa Indonesia menang 1-0 atas Mauritius dan 3-0 atas Myanmar serta menahan Hong Kong 1-1 dalam laga uji coba.

Hasil di laga uji coba tersebut menjadi modal positif bagi skuat 'Garuda' untuk menghadapi perjuangan yang berat melawan tim-tim tangguh Grup B Piala AFF, terutama Singapura sebagai rival pertama mereka. Bima pun hanya memiliki waktu tiga minggu untuk membentuk skuat yang ideal. Meski begitu, Bima tetap bertekad membuktikan ke-tangguhan tim asuhannya.

Target 3 poin untuk membuka peluang lolos ke semifinal membuat Bima Sakti diprediksi tidak memainkan pola bertahan. Melakukan tekanan sejak awal dan mengambil inisiatif pertandingan serta mencetak gol lebih dulu menjadi pilihan terbaik Indonesia.

Lini depan Indonesia mungkin akan dipercayakan kepada Alberto Goncalves yang akan menjadi striker tunggal. Pemain Sriwijaya FC itu akan mendapat suplai bola dari lini tengah yang digalang duet Evan Dimas dan Stefano Lilipaly. Di barisan belakang, Hansamu Yama akan menjadi komandan untuk meredam serangan Singapura.

"Skuat kami memiliki pengalaman yang bagus, saya membawa pemain dengan materi seperti saat Asian Games 2018. Kami juga sudah berlatih seperti saat berada di bawah arahan Luis Milla karena saya tak banyak waktu untuk mengubah program. Kami memiliki pemain-pemain yang bagus di sektor sayap dan kami akan melakukan lebih banyak serangan besok," jelas Bima.

Dalam tujuh kali pertemuan dengan Singapura sejak 2007 silam, Indonesia meraih 2 kemenangan, 2 kali imbang, dan 3 kali kalah. Statistik itu membuat Singapura lebih diunggulkan. "Singapura saat ini lebih kuat, mereka memiliki penyerang yang andal, organisasi yang bagus di transisi bertahan ke menyerang. Mereka tim yang bagus dan saya percaya pertandingan besok akan ketat," lanjut Bima.

Dukungan untuk timnas

Sementara itu, calon wa-kil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin optimistis Indonesia bisa meraih yang terbaik di Piala AFF 2018. Ia merujuk hasil yang didapat Indonesia di berbagai kejuaraan belakangan ini.

"Prestasi timnas, khususnya usia muda, sudah cukup bagus. Timnas U-16 juara Piala AFF dan lolos perempat final Piala Asia. Timnas U-19 juga lolos perempat final Piala Asia. Di Asian Games, lolos ke 16 besar. Kini, waktunya timnas senior berjuang sekuat tenaga dan untuk meraih hasil terbaik. Mari kita doakan bersama-sama karena doa merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan prestasi selain kerja keras di lapangan," kata Amin. (R-1)

BERITA TERKAIT