Ini Misi Utama Jokowi di KTT ASEAN dan KTT APEC


Penulis: Rudy Polycarpus - 08 November 2018, 21:30 WIB
 (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP)
(Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP)

PRESIDEN Joko Widodo bakal melakukan kunjungan kerja ke dua negara pekan depan untuk mengikuti dua agenda. Kedua agenda itu, yakni KTT ASEAN (13-15 November) di Singapura dan KTT APEC (17-18 November) di Port Moresby, Papua Nugini.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ada dua agenda penting yang hendak diusung Indonesia dalam forum internasional tersebut.

Pada KTT ASEAN, Presiden Jokowi akan memperkenalkan konsep Indo-Pasifik. Gagasan ini diinisiasi Indonesia setelah melihat ancaman pertarungan negara-negara besar di Asia Pasifik dan Samudra India, seperti AS dan China, serta India, Australia, dan Jepang, yang akan memengaruhi Asia Tenggara.

"Kita sudah konsultasi secara intensif dengan negara anggota ASEAN maupun para mitra ASEAN. Kemudian dan ini merupakan suatu perjalanan dari 2014. Untuk sebuah gagasan yang besar tersebut memerlukan beberapa waktu untuk konsultasi, tapi paling tidak presiden erencanakan mempresentasikan mengenai Indo-Pasifik," ujar Retno seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (8/11).

Untuk agenda KTT APEC, Retno menyebut Jokowi akan banyak membahas mengenai (Regional Comprehensif Economic Partnership) karena Indonesia sebagai ketua tim negosiasi dari ASEAN.

Kesepakatan itu juga melibatkan 10 negara ASEAN dan negara mitra, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Indonesia berharap negosiasi bisa tuntas akhir tahun ini.

Negosiasi sudah dimulai sejak awal 2013 dengan tujuan mencapai kesepakatan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan, berkualitas, komprehensif, dan modern. Bidang yang dinegosiasikan antara lain investasi, kerja sama teknis dan ekonomi, serta e-perdagangan.

"Nanti para leader akan memberikan komitmen lebih agar negosiasi RCEP ini bisa lebih diselesaikan karena 16 negara ini menjadi suatu building block perdagangan yang akan sangat besar. Dan pesan untuk melanjutkan negosiasi ini juga akan disampaikan Presiden pada saat KTT RCEP nanti," tandasnya.

Di luar dua agenda utama tersebut, Retno mengungkapkan Indonesia akan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara.

"Isu seperti Palestina akan menjadi topik pembahasan. Kemudian juga isu yang terkait dengan Rakhine State juga akan menjadi topik pembahasan," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT