RS Sanglah Jadi Percontohan Pengendalian Resistensi Antimikroba


Penulis: Indriyani Astuti - 08 November 2018, 17:58 WIB
Ist
Ist

RUMAH Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar, Bali, menjadi percontohan pengendalian resistensi antimikroba. Direktur Utama RSUP Sanglah I Wayan Sudana mengatakan sebagai rumah sakit tipe A, pihaknya membuat program pengendalian resistensi antimikroba di antaranya aturan bijak menggunakan antibiotik.

Selain itu, RSUP Sanglah juga ditunjang dengan laboratorium mikrobiologi yang didesain secara khusus untuk keperluan praktikum atau eksperimen terkait mikrobiologi.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Denpasar dr I Ketut Sudartana ikut menyampaikan soal panduan penggunaan antibiotik yang bijak. Pun dengan membuat pola kuman dan memberikan obat berdasar pola kuman yang ada. Hal ini kemudian ditiru oleh rumah sakit lain.

"Pola kuman dibuat untuk melihat jenis mikroba baik berupa kuman maupun virus yang berasal dari pasien. Kemudian kami melakukan tes resistensi terhadap antibiotik jenis tertentu. Sensitivitas terhadap antibiotik jenis tertentu juga kami lihat. Semua dilakukan agar pemberian antibiotik sesuai dengan kuman atau virus yang menginfeksi. pun resistensi antimikroba dapat dihindari," tutur I Ketut saat menerima kunjungan anggota Global Health Security Agenda (GHSA), Kamis (8/11).

Baca Juga:

Indonesia Tuan Rumah Global Health Security Agenda (GHSA) ke-5

 

Kunjungan ke RSUP Sanglah merupakan bagian agenda GHSA, pertemuan tingkat menteri guna membahas isu keamanan kesehatan ancaman global. Acara yang kelima ini berlangsung sejak 6-8 November 2018.

 

Penjelasan lain didapat dari Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUP Sanglah I Gusti Bagus Ken Wirasandi ihwal pihaknya diperbolehkan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengonfirmasi jika muncul penyakit infeksi yang berpotensi wabah.

"Tetapi apabila ada penyakit infeksi baru seperti kasus flu burung, kami tidak diperbolehkan mengumumkan. Itu kewenangan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan. Kecuali jika kasusnya sudah mewabah dimana-mana," terang I Gusti yang juga merupakan tim untuk kasus bertendensi wabah.

Ia menambahkan RSUP Sanglah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan apabila ditemukan suspect atau pasien terduga infeksi seperti flu burung dan lain-lain. Pihaknya, terang I Gusti, cukup siap. Para petugas medis sudah harus memahami prosedur apabila menangani pasien dengan penyakit infeksi, khususnya yang penularannya lewat udara.

Begitu juga dengan kesiapan alat pelindung diri (APD) yang baik dan RSUP Sanglah telah menyiapkan ruangan isolasi terbatas bagi pasien penyakit infeksi seperti flu burung, tuberkulosis multi drug resisten dan lain-lain, agar tidak menularkan pasien lainnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT