Baju dari Era Sebelum Kain Dipamerkan di Museum Tektil


Penulis: Fathurrozak - 08 November 2018, 18:10 WIB
MI/ Fathurrozak
MI/ Fathurrozak

BAJU-baju berupa atasan tanpa lengan dan rok dari kulit kayu menjadi pesona yang ada di Pameran Wastra NirBatik NirTenun di Museum Tekstil, Jakarta. Sesuai namanya, acara yang dibuka Kamis (8/11) dan dibuka hingga 18 November 2018 itu memang menyuguhkan wastra nusantara dari era sebelum tenun.

Wastra merupakan kain lentur yang dibuat dengan cara menjalinkan benang-benang atau potongan bahan berbentuk panjang. Dalam teknik pembuatannya, ditempuh dengan cara mengikat, membuat jaring, menganyam, merenda, dan menenun. Nyatanya, semua itu dapat dibuat dengan bahan serat kayu.

Salah satu yang menarik dan bisa pengunjung lihat ialah wastra kulit kayu, berasal dari Kalimantan dan Sulawesi Tengah. Cara membuatnya, kulit kayu melalui penempaan.

"Kulit kayu merupakan salah satu cara dalam membuat wastra yang paling kuno. Sebelum kenal tenun, mereka membuatnya dari kulit kayu. Dulu
sebenarnya hampir di semua daerah membuat, namun hanya daerah tertenu saja yang bertahan sampai sekarang, seperti di Sulawesi Tengah,
Kalimantan, dan kini juga berkembang kembali di Bengkulu," kata asisten kurator Benny Gratha usai pembukaan pameran, di Museum Tekstil, Kamis,
(8/11).

Menurut Benny, teknik dalam menempa kukit kayu yang paling canggih terjadi di Sulawesi Tengah. Pasalnya, bukan hanya dipukul, dalam prosesnya, lapisan kulit kayu yang berserat direbus terlebih dahulu, kemudian dibungkus daun kedap udara dan diletakkan di tempat lembab untuk pembusukan. Usai proses pembusukan, bungkusan dibuka, dan menghasilkan massa yang lengket untuk diletakkan di atas balok kayu untuk ditempa menjadi selembar wastra. "Seratnya lebih halus, berbeda dengan yang ada di Kalimantan yang lebih kasar," lanjut Benny.

Ada beberapa wastra kulit kayu polos, dan beberapa di antaranya dihias dengan motif lukisan, dan aplikasi manik-manik dari gigi binatang. Dalam wastra kulit kayu Sulawesi Tengah, bisa dijumpai dengan motif kepala kerbau, atau motif taiganja. Sementara wastra kulit kayu di Kalimantan cenderung dihiasi dengan lukisan bermotif bunga. (M-1)

BERITA TERKAIT