Hoaks Laris Bukti Literasi Masyarakat Rendah


Penulis: Gana Buana - 08 November 2018, 16:36 WIB
 ANTARA FOTO/Reno Esnir
ANTARA FOTO/Reno Esnir

KEPALA Satgas Nusantara Irjen Gatot Eddy Pramono menyampaikan daya literasi masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi berita masih rendah. Masyarakat terbiasa tak membaca berita sampai habis. Seharusnya publik mempunyai kemampuan membaca yang mumpuni sehingga tak menelan mentah-mentah info yang berserakan di dunia maya.

“Padahal bisa saja headlinenya bagus isi beritanya hoaks atau headlinenya hoaks isi beritanya bagus. Tapi mereka sudah keburu menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar tersebut,” ungkap Gatot di Ponpes Asyafi’iyah, Jalan Jatiwaringin, Kota Bekasi, Kamis (8/11).

Baca juga: Sosialisasi Antihoaks, Satgas Nusantara Sasar Yayasan Pendidikan

Menurut Gatot, berita hoaks sekecil apapun tentu bisa mengganggu persatuan bangsa. Apalagi kalau berita tersebut mengandung unsur Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Gatot menjamin, penyebar hoaks akan terus ditindak secara hukum. Sebab dasar hukumnya sudah ada mengacu pada Undang-Undang KUHP dan ITE.

“Hoaks ini disebarluaskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, bisa saja dia mau menghancurkan negara kita yang sudah demikian baik seperti ini. Kita mau menciptakan pemilu aman dan sejuk. Untuk itu kami bergerak secara masif mengampanyekan pemilu aman damai dan sejuk, caranya adalah meminimalisir berita hoaks,” tandas dia. (OL-6)

BERITA TERKAIT