Kemlu Coba Fasilitasi Pemulangan Susilawati


Penulis: Denny Parsaulian Sinaga - 08 November 2018, 15:20 WIB
Dok.MI/Galih Pradipta
Dok.MI/Galih Pradipta

KEMENTERIAN Luar Negeri berjanji mengecek permintaan pemulangan pekerja migran Indonesia atas nama Susilawati binti Waslam. Permintaan itu sebelumnya disampaikan oleh Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Indramayu.

''Nanti data dan informasi tentang ini (Susilawati) tolong disampaikan ke kita. Nanti Media Indonesia bisa follow up," kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, Kamis (8/11).

Berdasarkan surat yang didapatkan Media Indonesia, permintaan sudah diajukan sejak 30 Oktober berdasarkan tanggal surat. Susilawati, perempuan kelahiran Indramayu, 11 Juli 1996, dikirim oleh Eti Sukaesih ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai instruktur aerobic. Hal ini sesuai dengan info lowongan yang disampaikan Eti sekitar Agustus 2018.

Menurut Eti, gajinya sekitar 2.000 Saudi Riyal atau sekitar Rp7,9 juta. Untuk pekerjaan ini, Eti meminta biaya Rp13 juta. Urusan paspor, visa, serta keperluan lain Susilawati pun segera diurus.

Susilawati berangkat menuju Riyadh pada 14 Oktober dengan transit di Colombo, Sri Lanka. Setibadi Riyadh, Susilawati dijemput oleh saudara majikannya. Setelah tiga hari, Susilawati dibawa ke rumah majikan bernama Madam Faijah di daerah Afif.

Baca Juga:

BNP2TKI Berencana Hentikan Pengiriman Pekerja Migran Indonesia ke Singapura

 

Namun apa yang dijanjikan oleh Eti Sukaesih tidak sesuai dengan faktanya. Yang dibutuhkan bukan instruktur aerobik melainkan instruktur fitnes, sehingga selama 13 hari Susilawati dipekerjakan sebagai tukang beres-beres rumah dan salon milik majikannya.

 

Susilawati komplain karena dirinya tidak dipekerjakan sesuai yang dijanjikan perekrut. Karena tidak mau dirugikan pihak perekrut, sang majikan malah menjual Susilawati ke agency bernama Madam Nuh di Riyadh.

Selanjutnya, oleh agency tersebut kembali dijual ke majikan kedua bernama Madam Dahad yang beralamat di Al Yasa lbn lsa, Riyadh 13213 pada 29 Oktober 2018.

Senin (5/11) lalu, Susilawati memberanikan diri kabur dari rumah majikan untuk mencari perlindungan ke KBRI Riyadh. Hingga kini Susilawati masih berada di sana.(OL-5)

BERITA TERKAIT