Maria Ozawa Kecam Perlakuan Petugas Imigrasi Bali


Penulis: Cecylia Rura - 08 November 2018, 09:34 WIB
ANTARA/Fikri Yusuf
ANTARA/Fikri Yusuf

MANTAN bintang film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa membagikan pengalaman buruk saat tengah berada di Bali. Melalui akun media sosial Instagram, Rabu (7/11), ia bercerita tentang dua orang tidak dikenal mengaku dari pihak imigrasi tiba-tiba menyergapnya di tengah pesta ulang tahun kerabatnya, Barbie Nouva.

Mereka meminta Maria menunjukkan paspor. Nahas, kedua orang itu kemudian berlari membawa kabur paspor dari aktris yang juga dikenal dengan panggilan Miyabi itu.

"Mereka lalu berlari tanpa kata-kata sambil membawa paspor saya. Kami semua panik dan memanggil orang-orang. Pesta dibatalkan dan saya langsung menuju kantor imigrasi di Bali," paparnya.

Usut punya usut, pihak imigrasi mengatakan ada seseorang di pesta yang memanggil petugas imigrasi untuk menemui Miyabi. Anonim itu melaporkan, Miyabi datang untuk urusan bisnis bahkan sesuatu hal buruk yang tidak dia lakukan.

Setelah menjalani wawancara selama dua jam, beberapa petugas imigrasi menghampiri Miyabi dan meminta swafoto bersama. Tindakan ini membuat Miyabi kesal.

"Setelah bercakap-cakap tidak penting selama dua jam di kantor, mereka mencetak beberapa kertas untuk saya tanda tangani, mengembalikan paspor saya, dan berulang kali mengatakan bahwa saya begitu terkenal di Indonesia."

"Ketika saya keluar dari kantor imigrasi, mereka meminta foto selfie bersama. Sungguh? Apakah pihak imigrasi membual cerita, mengintai saya, mengumpulkan informasi, mengambil paspor saya dan tahu saya akan datang mengambilnya hanya untuk bisa berfoto dengan saya? Ini benar-benar salah," kecamnya.

Baca juga: Komposer Lagu Wonder Woman Garap Musik untuk Film James Cameron

Ia paham sebagai sosok terkenal, bahkan di negara orang ia merasa tersanjung. Namun, tindakan petugas imigrasi di Bali benar-benar membuatnya resah. Perlakuan ini diakuinya bukan kali pertama ketika berkunjung ke Indonesia.

"Berhenti mengganggu saya setiap kali saya berkunjung ke Indonesia. Saya betul-betul membutuhkan ruang pribadi. Bangun Indonesia, saya yakin kalian jauh lebih baik," tuturnya.

Miyabi menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi Bali pada Selasa (6/11) sekitar pukul 23.00 WITA hingga 03.00 WITA.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Imigrasi Kelas I TPI Denpasar membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap Maria Ozawa.

Pihak Imigrasi awalnya mengaku mendapat informasi dari masyarakat adanya Warna Negara Jepang sedang berada di sebuah acara di di Revayah Ayung Villa, Jalan Sekar Tunjung XII No. 188, Kesiman, Denpasar

"Setelah acara tersebut selesai, tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian meminta kepada penyelenggara dan WNA yang dimaksud untuk menunjukkan dokumen keimigrasian (paspor) dan meminta yang bersangkutan untuk ikut ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar guna dilakukan klarifikasi terhadap kegiatan dan keberadaan yang bersangkutan."

"Karena tidak ada pelanggaran Keimigrasian yang dilakukan oleh Sayaka Stephanie Strom atau Maria Ozawa, maka tidak ada Tindakan Keimigrasian yang dikenakan kepada yang bersangkutan dan diperbolehkan untuk meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar," tulis Imigrasi. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT