Boeing Keluarkan Peringatan Soal Sensor Selepas Kecelakaan Lion Air


Penulis: Basuki Eka Purnama - 08 November 2018, 07:16 WIB
AFP/WANG Zhao
AFP/WANG Zhao

BOEING, Rabu (7/10), merilis buletin spesial membahas masalah pada sensor yang diungkapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari hasil penyelidikan kecelakaan Lion Air PK-LQP yang menewaskan 189 orang.

Produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan KNKT menyimpulkan bahwa pilot mendapatkan informasi yang salah dari sistem otomatis pesawat sebelum kecelakaan fatal itu.

"KNKT Indonesia mengindikasikan bahwa Lion Air JT 610 mengalami masalah pada sensor Angle of Attack (AOA) mereka," kata Boeing dalam pernyataan resmi mereka.

"Boeing mengeluarkan Buletin Operasi Manual (OMB) sebagai petunjuk bagi operator untuk melakukan prosedur untuk mengatasi jika ada masalah pada sensor AOA," imbuh produsen itu.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) kemudian mengeluarkan perintah untuk seluruh maskapai domestik mereka untuk menjalankan instruksi baru dari Boeing itu untuk pesawat 737-8 dan 737-9 mereka.

Baca juga: SAR Temukan Kokpit Lion Air dalam Kondisi Hancur

Perintah itu memengaruhi hampir 250 pesawat terbang yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan AS seperti Southwest, American, dan United.

FAA memperingatkan bahwa masukan yang salah dari AOA berpotensi membuat stabilisator horizontal berulang kali memaksa moncong pesawat bergerak ke bawah menyebabkan pesawat sulit dikendalikan.

Sensor AOA memberikan data mengenai sudut angin yang melewati sayap dan memberi informasi kepada pilot mengenai daya angkat yang dialami pesawat. Informasi itu penting untuk mencegah pesawat mengalami stalling.

Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa setengah jam setelah lepas landas dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Pesawat nahas itu adalah pesawat Boeing 737-Max 8, salah satu pesawat terbaru di dunia dan paling canggih. Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan itu. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT