Waspadai Bahaya Blind Spot saat Berkendara


Penulis: (Cdx/S-2) - 08 November 2018, 10:20 WIB
MI/AGUS M
MI/AGUS M

KECELAKAAN di jalan raya terjadi umumnya ketika kendaraan mendahului atau berpindah jalur di jalan raya. Kebanyakan disebabkan oleh blind spot, yaitu daerah di luar jangkauan batas pengelihatan pengemudi baik secara langsung maupun melalui kaca spion.

"Blind spot merupakan faktor dominan sebagai penyebab kecelakaan fatal di Indonesia. Hal ini terjadi karena pengendara tidak dapat melihat dengan jelas kendaraan lain pada beberapa sisi kendaraan, dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari keadaan ini," ujar Executive Coordinator CSVC Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra dalam siaran pers, beberapa waktu lalu.

Terkait dengan hal itu, Daihatsu melakukan kampanye keselamatan Daihatsu Club Auto Clinic 2018 yang mengangkat tema Defensive driving for daihatsu club. Pembahasan difokuskan pada masalah blind spot pada kendaraan. Kegiatan edukasi safety driving tahunan yang dibagi dalam tujuh batch ini diikuti 280 peserta yang berasal dari berbagai klub mobil Daihatsu.

Daihatsu mengajak masyarakat dan para anggota komunitasnya, Club Sahabat Daihatsu untuk meningkatkan anstisipasi di jalan raya terhadap faktor yang kerap menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Daihatsu juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memperhatikan kondisi lalu lintas dan mewaspadai pergerakan kendaraan lain di sekitar saat berkendara.  

Budi berpesan agar pengendara tidak berlama-lama di area blind spot kendaraan lain, terutama jika berkendara di sekitar kendaraan besar, seperti trailer, truk gandengan, bus, dan lain-lain. "Jika terpaksa, sesegera mungkin keluar dari wilayah blind spot kendaraan lain dengan menyalip atau menjauh mundur hingga berada pada posisi yang mudah terpantau oleh pengemudinya." tuturnya.

Dalam kegiatan yang telah digelar dua tahun berturut-turut itu juga dipaparkan cara berkendara yang aman dengan melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum berkendara untuk mengurangi blind spot. Di antaranya ialah mengatur posisi kaca spion samping sejajar dengan kendaraan dan difokuskan semaksimal mungkin ke arah luar kendaraan untuk memberikan pandangan ke belakang selebar mungkin.

Gunakan kaca spion standar pabrikan karena komponen ini sudah dirancang secara khusus pada tiap-tiap kendaraan. Bagi pengendara sepeda motor sebaiknya tidak mengganti kaca spion yang tidak sesuai standar keselamatan (berukuran lebih kecil dan kaca datar).

Selain itu, gunakan lampu sein saat berbelok, pindah lajur, atau mendahului kendaraan lain. Sebelum berbelok, pindah lajur, atau mendahului kendaraan lain, pastikan kondisi sekitar benar-benar aman dengan memastikannya melalui visual secara langsung maupun via kaca spion.

Saat mendahului kendaraan besar, pastikan situasi benar-benar aman dan cukup waktu dan jaraknya.

Berikan sinyal berupa klakson atau lampu jauh sebelum mendahului agar pengemudi kendaraan yang akan kita dahului menjadi lebih waspada. Jika pengemudi menyalakan lampu sein kanannya, itu biasanya untuk memberi informasi bahwa kondisi di depan tidak aman untuk mendahului.

 

BERITA TERKAIT