Menafsir Kehidupan Urban dari Mata Gugug!


Penulis: Despian Nurhidayat - 07 November 2018, 20:25 WIB
Dok.Instagram
Dok.Instagram

Penasaran bagaimana seorang Emte menggambarkan kehidupan urban dari kacamata seekor anjing? Kalau iya, luangkan waktu sejenak untuk menyimak pameran Gugug! di Ganara Art Gallery, Kemang, Jakarta Selatan.

Pameran tersebut dibuka pada Selasa (6/11), sekaligus menjadi ajang perkenalan buku komik bisu Gugug!, buah karya Emte, ilustrator yang punya nama lengkap Mohammad Taufiq. Komik itu sebelumnya telah diluncurkan di Ubud Writers & Readers 2018, akhir bulan lalu.

Gugug! bercerita mengenai petualangan seekor anjing mengarungi kehidupan di sebuah kota besar. Dalam komik ini, Emte menunjukkan banyak hal yang terpinggirkan dalam hirearki kehidupan kaum urban, seperti permukiman kumuh, komunitas jalanan, dan lainnya. Hal ini menjadi sebuah referensi kehidupan sosial masyarakat saat ini, dari sudut pandang seorang komikus.

Emte menjelaskan bagaimana awalnya ia membuat silent comic itu. "Periode 1999 sampai 2000, gua sempet bikin komik ini, tapi waktu itu judulnya Anjing. Terus waktu itu masih kuliah, jadi diproduksinya cuma dengan difotokopi, penyebarannya juga cuma lewat teman-teman atau ikutan acara komik underground gitu lah," jelas pria yang memulai kariernya sejak 1993 tersebut.

Menurut Emte, dirinya memang gemar menggambar sedari kecil. Namun, ia merasa tidak pandai membuat dialog. Oleh karena itu, ia membuat komik bisu yang memungkinkan pembaca membuat penafsiran sendiri. "Beberapa kali gua mikir, kalau Gugug berbicara itu seperti apa ya? Gua enggak ketemu formula yang cocok. Akhirnya, gua memberanikan diri untuk enggak usah pakai dialog sekalian. Gua ngga mau mendikte orang, terserah orang mau tafsir macam-macam," lanjut Emte.

Soal latar komik Gugug! berupa lanskap perkotaan yang realis, didasarkan pada kesukaan Emte memotret berbagai sisi Jakarta dan Singapura, untuk kemudian ia gambar ulang. Di sisi lain, Emte menghadirkan karakter-karakter manusia dalam gaya surealis dengan gigi bertaring. Hal tersebut diakui Emte menjadi gayanya dalam membuat komik.

Pameran Gugug! direncanakan berlangsung hingga Jumat (16/11) pekan mendatang. Pameran tersebut memperlihatkan bagaimana proses pembuatan komik yang dilakukan Emte, terlihat dari kertas yang ditempelkan di dinding dengan coretan pensil. Emte berharap, pameran Gugug! bisa dinikmati oleh siapa pun, baik yang sudah membaca komiknya maupun yang belum. (M-2)

BERITA TERKAIT