07 November 2018, 13:15 WIB

Ini Penjelasan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Soal Penangkapan Rizieq Shihab


Micom | Internasional

ANTARA
 ANTARA

DUTA Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Rabu (7/11), mengonfimasi bahwa Rizieq Shihab ditangkap kepolisian Mekkah, Arab Saudi.

Menurut Agus, pada Senin (5/11) malam waktu setempat, dirinya mendapatkan informasi bahwa Rizieq Shihab ditangkap kepolisian Mekkah. Hingga Subuh, dirinya mengumpulkan informasi mengenai kebenaran hal itu.

Menteri Luar Negeri, kata Agus, juga menghubungi dirinya untuk memastikan informasi itu.

"Ibu Menlu memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayiman kepada Muhammad Rizieq Shihab dalam menghadapi kasus yang dialaminya," ujar Agus dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia. Rabu (7/11).

Baca juga: Rizieq Dilaporkan Warga Mekkah karena Bendera IS

Agus menceritakan, berdasarkan penelusuran diketahui bahwa polisi Mekkah mendatangi kediaman Rizieq pada Senin (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Hal itu karena adanya bendera berwarna hitam dengan ciri-ciri ekstremis yang dipasang di dinding belakang rumah Rizieq.

"Saat itu, polisi melakukan pemeriksaan singkat terhadap Rizieq," kata Agus.

Kemudian, pada pukul 16.00 waktu setempat, kepolisian Mekkah dan Mahabis Aamah (intelejen umum kepolisian) menjemput Rizieq dan membawanya ke kantor polisi.

"Selanjutnya, untuk proses penyelidikan dan penyidikan, Muhammad Rizieq Shihab ditahan kepolisian Mekkah," ungkap Agus.

Agus menjelaskan, pemerintah Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apa pun yang berbau terorisme seperti Islamic State (IS), Al-Qaedah, Al Jamaah al-Islamiyyah, dan lainnya. Segala yang terkait terorisme diancam hukuman pidana berat.

Setelah menjalani pemeriksaan di kantor Mahabis Aamah, Rizieq diserahkan ke Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada Selasa (6/11) pukul 16.00 waktu setempat.

"Dan pada pukul 20.00 waktu setempat, didampingi staf KJRI, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan," ujarnya.

Saat ini, Agus mengaku terus berkomunikasi intens dengan pihak terkait di Arab Saudi mengenai apa sebenarnya yang dituduhkan kepada Rizieq.

"Saya berharap masalahnya hanya overstay yang merupakan pelanggaran imigrasi. Saya sangat khawatir jika masalahnya terakit dengan keamanan Kerajaan Arab Saudi. Pasalnya, lembaga yang menangani adalah lembaga superbodi yang langsung berada di bawah kerajaan. Lembaga itu dikenal sebagai Riasah Amni ad-Daulah," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT