06 November 2018, 11:05 WIB

Indonesia Siap Bantu Pakistan Permudah Aturan


Cahya Mulyana/Laporan dari Shanghai, Tiongkok | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA

MENTERI Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menegaskan persoalan aturan perdagangan dengan Pakistan yang belum diaratifikasi akan segera diselesaikan. Hal ini sebagai komitmen Indonesia menjadi rekan bisnis yang baik.

"Tadi diskusi bilateral dengan Pakistan membicarakan bilateral trade kita yang besar tapi mereka defisit. Mereka minta perjanjian yang baru segera diratifikasi dan saya sampaikan ke DPR," terangnya usai menghadiri pertemuan bilateral dengan perwakilan Pakistan di sela acara China Internasional Import Expo di Shanghai, Tiongkok, Selasa (6/11).

Menurut dia, sebanyak 7 perjanjian kedua negara belum diratifikasi sejak dibuat pada 2015. Hal ini penting untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Pakistan.

 

Baca juga: Indonesia Minta Tiongkok Hapus Hambatan Bisnis

 

Meskipun Pakistan menjadi salah satu tujuan ekspor Indonesia dengan transaksi yang sangat baik tapi juga perlu memberikan balasan berupa menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Itu supaya hubungan bisnis Indonesia-Pakistan benar-benar memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Terlebih, kata Enggar, Pakistan masih memberikan banyak peluang ekspor baru seperti dalam waktu dekat memerlukan batubara untuk PLTU yang sedang dibangun.

"Nanti kita akan sampaikan di rapat koordinasi di Kemenko yang besok akan dilaksanakan. Saya sampaikan pada dasarnya kita membuka perdagangan dengan pakistan selain CPO dia akan membangun pembangkit segera yang itu peluang ekspor batubara," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT