Belum Ada Iklan, Bocah-Bocah Polapike Masih Dibayar dengan Jajanan


Penulis: Despian Nurhidayat - 05 November 2018, 18:20 WIB
Facebook Rendra Polapike
Facebook Rendra Polapike

SEIRING dengan viralnya Polapike- Film Pendek Ngapak Kebumen, para pemerannya makin dikenal masyarakat. Rasa penasaran pun muncul soal bagaimana bocah-bocah itu ditemukan dan imbal balik jasa mereka.
Rendra Polapike, otak dibalik serial film itu menjelaskan tidak ada pemilihan khusus soal bocah yang dilibatkan. Mereka merupakan bocah yang tinggal di sekitar rumah Rendra di Sadangwetan, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Namun diantara banyak bocah, Rendra yang merupakan anggota grup lawak Arti Sebuah Nama dan juga jebolan kompetisi lawak Indonesia menjadikan tiga diantaranya yang paling sering ia ajak tampil. Mereka adalah Azkal, Fadly dan Ilham.


"Azkal punya karakter yang kuat untuk memainkan sebuah peran. Soal skill dalam berakting, pelan-pelan pasti bisa kalau diarahkan. Alhamdulillah anak ajaib ini tidak banayk kendala dalam melakoni apa yang saya mau. Kalau Fadly punya face yang unik, punya gigi dengan susunan yang mudah dikenali orang dan punya karakter juga. Ilham ini juga unik," tutur Rendra saat dihubungi <i>Media Indonesia<p>, Senin (5/11).
Rendra mengaku mendapat banyak pertanyaan dari netizen soal apakah Fadly dan Ilham bersaudara. "Mereka bukan saudara, hanya kebetulan saja atau mungkin orangtua mereka saling mencontek nama," ungkap Rendra yang masih berada di kampung halaman.


Soal bayaran kepada para bocah, Rendra mengaku belum memberikan bayaran layaknya pemain profesional. "Kami belum pernah memberikan bayaran seperti layaknya talent professional. Hanya kadang namanya anak-anak ada suara mangkok bakso minta jajajn, kadang semacam es, air mineral, atau jajanan anak-anak saja. Ini semua karena mereka menyukai aktifitas ini dan saya juga tidak pernah menyangka akan menjadi viral," tambah pria yang juga pernah bermain di serial OK Jek dan Tetangga tapi Mantan.
Rendra berjanji jika kemudian film-film itu mendapat iklan maka para bocah pemeran juga akan dibagikan keuntungan. "Saya berjanji kalau sudah di-approve oleh Adsense akan ada fee buat semua pemain, kita akan membahasnya dengan para orangtua anak untuk rencana lebih lanjut," ungkap pria yang sudah memiliki 22k subscriber di saluran Youtube-nya itu.


Dengan belum adanya pendapatan iklan, Rendra masih berproduksi seadanya. Pengambilan gambar dilakukan di sekitaran kampung mereka dan hanya menggunakan kamera ponsel.  Meski seadanya, Rendra selalu memegang prinsip dalam membuat cerita. Salah satunya, ia tidak akan menampilkan adegan anak memegang gawai. "Kita tidak akan menampilkan adegan anak menggunakan gadget. Itu perlu digarisbawahi karena itu adalah PR anak jaman sekarang. Kita pengen buktikan bahwa anak-anak bisa merdeka dan bahagia tanpa gadget dengan mengangkat kearifan lokal dan permainan yang mulai dilupakan," tutup pria yang merangkap sutradara, penulis cerita, pengatur laku hingga kameramen itu. (M-1)

BERITA TERKAIT