Rem ABS pada Sepeda Motor Tekan Angka Kecelakaan


Penulis: Nurtjahyadi - 02 November 2018, 21:15 WIB
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

PERUSAHAAN penyedia layanan dan teknologi otomotif Bosch berpartisipasi dalam ajang Indonesia Motorcycles Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convebtion Center. Sebagai pembuat sistem, perusahaan ini mengangkat upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui teknologi keamanan berkendara.

Tema ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun 2017, kecelakaan kendaraan roda dua dan tiga mencapai 72% dari jumlah keseluruhan kecelakaan di Indonesia, sementara untuk mobil 11%, truk 12%, dan bus sebesar 1%.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell mengatakan, keselamatan menjadi salah satu tantangan paling mendesak di pasar sepeda motor.

"Salah satu solusi yang terus kami sempurnakan adalah perangkat antilock braking system (ABS)," ujar Powell. Saat ini ABS yang dikembangkan oleh Bosch untuk motor sudah sampai pada generasi 10. Perangkat ABS pada sepeda motor dipercaya mampu meningkatkan keselamatan.

“Dengan keahlian mengenai ABS selama lebih dari 30 tahun, kami percaya bahwa implementasi teknologi ini dapat memberikan dampak positif di Indonesia, juga membantu menyelamatkan hingga 5.000 nyawa pe rtahun untuk penggunaan di negara ini saja,” tutur Powell.

Regulasi penggunaan ABS pada seluruh sepeda motor baru telah diberlakukan di Eropa sejak awal 2016 untuk kapasitas mesin di atas 125 cc, dan menyusul India di awal tahun ini. Sejak 1 Oktober 2018 Jepang juga menerapkan aturan serupa diikuti Taiwan dan Australia tahun depan. Sementara Tiongkok sebagai pasar sepeda motor terbesar setelah India akan mewajibkan perangkat ini pada motor di atas 250 cc awal Juli 2019.

Manfaat ABS sendiri akan sangat terasa saat pengendara melakukan pengereman yang kuat, atau pengereman di atas permukaan jalan licin. Pada kondisi itu kendaraan tetap bisa dikendalikan arahnya dibandingkan tanpa ABS. Selain mencegah roda-roda tergelincir, jarak pengereman juga menjadi relatif lebih pendek. (X-11)

BERITA TERKAIT