Prabowo Marahi Emak-Emak Saat Pidato di Ponorogo


Penulis: Antara - 01 November 2018, 22:20 WIB
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

CALON Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merasa geram saat hadir di tengah warga Ponorogo, Jawa Timur. Hal itu dipicu saat Ketua Umum Partai Gerindra itu melihat 'emak-emak' berebut buku yang dibagikan tim Prabowo saat dirinya berpidato.

"Saudara mau diam atau saya yang bicara, saudara naik ke sini (panggung). Kalau mau sopan saya bicara dulu, ini ingin lanjut atau tidak," ujarnya di Ponorogo, Kamis (1/11).

Kemarahan Prabowo di depan emak-emak itu sempat terekam video yang viral. Setelah ucapan yang bernada tinggi tersebut, suasana memang berubah menjadi lebih tenang. Prabowo pun melanjutkan pidatonya di hadapan ratusan simpatisannya. Kepada warga, Prabowo mengingatkan jika saat ini kondisi negara Indonesia dalam sakit parah.

"Kita harus yakinkan rakyat, negara kita sedang sakit parah. Banyak kekayaan kita yang diambil negara lain," katanya.

"Semua sama, tukang becak, pengusaha semua sama punya kesempatan untuk menentukan nasib Indonesia ke depan," lanjutnya.

Prabowo mengingatkan masyarakat jangan sampai salah pilih. Sebab, hal itu tanggung jawab bersama. Juga mengingatkan jangan memilih Prabowo untuk jadi presiden, tapi lihatlah cita-cita, program dan tugasnya yang ingin menjaga dan mengamankan kekayaan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat menghadiri sarapan bersama relawan dan tokoh masyarakat serta pimpinan koalisi Indonesia Adil Makmur wilayah Ponorogo di rumah makan Sate Lego, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.

Dia mengatakan, Prabowo-Sandi memiliki program inti yaitu menjamin kekayaan  bangsa Indonesia tidak mengalir ke luar negeri, tetapi akan dikelola sebaik-baiknya demi mencapai kemakmuran bersama.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan apabila dirinya bersama dengan Sandiaga Uno diberikan mandat dan kepercayaan rakyat dengan menang di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019, maka akan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Menurut dia, langkah yang akan dilakukannya adalah memperbaiki gaji-gaji  buruh, bidan, dokter, guru, polisi, TNI, dan memakmurkan petani serta nelayan.

"Insya Allah jika kita memerintah akan mengamankan kekayaan bangsa demi kemakmuran kita, dengan itu kita akan perbaiki gaji-gaji semua, buruh,  bidan, perawatan, dokter, guru honorer, petani, nelayan, polisi, TNI dan semuanya," ucapnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT