Tembus Samudra Pasifik, Inilah Kisah Tim Ekspedisi Nusa Manggala


Penulis: Fachry Prayasi - 01 November 2018, 11:35 WIB
MI/Sumaryanto Bronto
MI/Sumaryanto Bronto

KAMIS (1/11), Kapal Baruna Jaya VIII milik LIPI yang digunakan tim Ekspedisi Nusa Manggala dan rencananya akan menjelajahi Samudra Pasifik, masih merapat di Pelabuhan Sorong menunggu hasil pemeriksaan dari dokter terkait beberapa peneliti yang mengalami cedera.

Sebelumnya, kapal pengangkut yang diturunkan dari Baruna Jaya VIII untuk merapat ke pesisir Pulau Budd itu terbalik dihantam ombak.

Sejumlah peneliti yang turun di pulau kedua rute Ekspedisi Nusa Manggala tersebut mengalami cedera. Dua di antara mereka mengalami dislokasi lutut dan beberapa luka ringan karena tersapu ombak dan terbentur karang.

Beberapa orang pun terjebak di pulau selama 8 jam karena evakuasi terhambat ombak yang tinggi. Proses evakuasi  oleh tim penyelamat yang diterjunkan LIPI berhasil menembus pulau dan mengevakuasi seluruh personel kembali ke kapal.

Baca juga: Kapal Baruna VIII Menuju Pulau Terluar

Saat ini, sebanyak empat orang yang mengalami cedera telah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit TNI AL dr R Oetojo, Sorong dan mendapatkan perawatan dokter didampingi tim Oseanografi LIPI.

Sandra Widjajahakim, dokter yang bertugas khusus untuk ekspedisi tersebut menjelaskan saat ini kondisi beberapa personel cedera telah membaik.

"Semuanya sudah diperiksa dan tidak ada masalah serius. Lutut yang dislokasi juga sudah kembali reposisi ke bentuk awal. Cuma satu dari mereka dipulangkan karena masih kesulitan berjalan," terang Sandra.

Sementara itu, kepala peneliti Ekspedisi Nusa Manggala sesi pertama, Hadiyanto, mengatakan ekspedisi tersebut akan kembali berjalan setelah seluruh personel mendapatkan perawatan.

"Kita akan atur ulang jalur ekspedisi terkait keselamatan dan waktu. Yang pasti kita utamakan keselamatan lebih dulu dari apa pun," jelasnya saat ditemui tim Media Indonesia. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT