Buka IGR-4, Gubernur Bali Promosikan Kearifan Lokal Jaga Lingkungan


Penulis: Fathia Nurul Haq - 31 October 2018, 15:35 WIB
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

GUBERNUR Bali Wayan Koster menyampaikan rencananya untuk mengukuhkan kearifan lokal Bali yang berasal dari ajaran Agama Hindu, Sad Kerti dalam bentu peraturan daerah.

Sad Kerti merupakan enam upaya untuk menjaga keseimbangan alam agar tercipta perdamaian dimana tiga diantaranya berkaitan dengan alam, yakni segara kerti, danu kerti dan segara kerti.

"Kami punya program berdasarkan kearifan lokal bali yang dinamakan dengan segara kerti, bagaimana melindungi laut dan pesisir. Danau kerti, melindungi sumber-sumber mata air danau sungai dan sumber mata air lainnya, dan wana kerti, bagaimana melestarikan hutan," sebut Koster saat membuka The Fourth Intergovermental Review Meeting on The Implementation of The Global Programme of Action for The Protection of the Marine Environment from Land Based Activities (IGR-4) di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Rabu (31/1).

 

Baca juga: 

Produk Keanekaragaman Hayati bisa jadi Alternatif Kurangi Plastik

Indonesia Beberkan Komitmen Aksi Global Perlindungan Kelautan

 

Air dan laut merupakan unsur penting dalam tatanan masyarakat Bali dan berbagai proses keagamaannya, mulai dari melasti, canang sari hingga kegiatan di pura-pura desa. Sebab inilah, menurut Koster, masyarakat Bali ikut resah dengan polusi air yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dan negara-negara seluruh dunia.

Ia berniat mengukuhkan kearifan lokal masyarakat Bali tersebut, yang dinilainya cukup berhasil menjaga keseimbangan alam di Bali selama ini ke dalam suatu aturan resmi.

"Filosofi kearifan lokal bali ini akan betul-betul kami jadikan sebagai suatu regulasi kebijakan dan program untuk menjaga alam manusia bali agar betul-betul bisa survive dan eksis ke depan. Ini yang perlu kami sampaikan mudah-mudahan bisa menjadi bahan diskusi," pungkas Koster. (OL-3)

BERITA TERKAIT