Gaya Hidup Sehat Cegah Stroke


Penulis: (RO/H-2) - 31 October 2018, 03:00 WIB
 MI/ATET DWI PRAMADIA
MI/ATET DWI PRAMADIA

STROKE terjadi ketika pembuluh darah otak tersumbat. Gaya hidup sehat memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta memperkecil risiko terjadinya stroke.

"Apa saja yang tercakup dalam gaya hidup sehat untuk mencegah stroke? yang pertama, jangan merokok," ujar dokter spesialis saraf dari Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, dr Herianto SpS.

Untuk berhenti merokok, lanjutnya, yang terpenting ialah memutuskan untuk berhenti dan memegang teguh keputusan itu. Selanjutnya, saran dia, minta bantuan tenaga medis jika membutuhkan informasi, pengobatan, atau program kesehatan tertentu.

"Ingatlah selalu bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan bagi diri sendiri, serta berpengaruh buruk terhadap kesehatan orang-orang tercinta di sekitar. Minta dukungan keluarga dan sahabat," ujarnya.

Selain berhenti merokok, kata Herianto, langkah mewujudkan gaya hidup sehat ialah memperbaiki pola makan. "Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, dan hindari makanan berlemak tinggi, garam, serta mengandung gula tinggi," imbaunya.

Soal cara pengolahan bahan makanan, Herianto menganjurkan agar memilih cara dipanggang, dibakar, dikukus, atau direbus, serta hindari makanan yang digoreng. Biasakan membaca kandungan nutrisi pada kemasan makanan sebelum mengonsumsinya, karena banyak makanan kemasan yang mengandung garam/sodium tinggi. Selain itu, batasi konsumsi alkohol.

"Yang perlu diperbanyak ialah konsumsi sayur, buah, whole-grains, kacang-kacangan, ikan, ayam, dan da-ging rendah lemak," imbuhnya.

Pilar gaya hidup selanjutnya, sambung Herianto, ialah rutin berolahraga dan memperbanyak gerak tubuh. Ia menyarankan, mulailah latihan fisik secara perlahan, hingga mencapai 150 menit per minggu dengan melakukan olahraga ringan, seperti jalan cepat, atau 75 menit per minggu dengan olahraga yang lebih berat.

"Cobalah mengombinasikan kedua macam latihan tersebut untuk meningkatkan kesehatan jantung. Tapi, jika memiliki penyakit kronis, untuk memulai olahraga berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter."

Herianto juga mengingatkan untuk selalu memperbanyak gerak dalam setiap kesempatan. Seperti, menggunakan tangga dibandingkan eskalator atau lift, serta memarkir kendaraan agak jauh agar dapat berjalan kaki lebih banyak.

Hal lain yang juga penting menurut Herianto ialah memeriksa tekanan darah secara rutin, mempertahankan berat badan normal, mengurangi stres, dan rutin melakukan medical check-up.

BERITA TERKAIT