Recovering Nusa Tenggara Remains Stunning


Penulis: Puput Mutiara - 29 October 2018, 05:20 WIB
ANTARA/AHMAD SUBAIDI
ANTARA/AHMAD SUBAIDI

INDONESIA is blessed with bountiful natural wonders from Sabang, in the west, to Merauke, in the east. Part of those wonders sits in West Nusa Tenggara, a beautiful region in the eastern part that offers plenty of tourist attractions. The earthquake that struck Lombok recently has put the island’s tourism industry under pressure. The Indonesian government has put many efforts into revitalizing the sector, especially on the three Gilis or Islands—Gili Trawangan, Gili Air, and Gili Meno, the region’s leading tourist destinations.

Tourism Minister Arief Yahya, who recently visited the area with the ministry’s Crisis Center Team ensured that recovery is going well.

"I hope the recovery of Lombok and Sumbawa’s tourism will be completed in three months [December]. Please don't let Teluk Nara and other facilities in disrepair for too long," Arief said during his visit to Lombok at the end of August.

Teluk Nara or Nara Bay is one of the main entryways to the three Gilis. From Lombok’s Zainuddin Abdul Madjid International Airport, tourists can use car rental services, local travel agents or taxi to reach the port.

To reach Gili Trawangan, there are private speedboats with the capacity of ten people are available for charter at Teluk Nara Port. Hotels at the island also provide speed boat pick-up for guests. The ride only takes around 10 minutes.

For tourists in Bali who want to revel in the underwater beauties of Lombok, especially Gili Trawangan, Air, and Meno, can select from several available transport modes: airplanes, ferries, or speed boats.

Aside from the three Gilis, Lombok known as the island of a thousand mosques, indicating that majority of the people are Muslims also has a lot of picturesque white sand beaches. One of them is the famous Senggigi Beach, with its calm waves, offers a perfect snorkeling experience, as well as swimming.

The beach, dubbed as Kuta Bali’s duplicate, is now bustling with restaurants, hotels, and public transportation. Not far from there is the Pura Batu Bolong Temple that is similar to Bali’s Tanah Lot, but only with more dramatic scenery especially during sunrise and sunset.

For those who think that they have seen enough beaches, about 10 kilometres east of the provincial capital Mataram, lies the Narmada Garden. It is an 18th century sanctuary for kings as well as a place for official royal ceremonies. Located in Lembuak Village, the garden was built by the King of Mataram in 1727.

Many believe that the garden’s spring water is a fountain of youth. The tale has surely attracted numerous visitors who packed the spring daily, aside from admiring the royal heritage garden and the magnificent
structures.

Komodo Island
From West Nusa Tenggara (NTB) do not forget to visit East Nusa Tenggara (NTT) where many of its tourist destinations have become the talk among global travelers, especially Komodo Island, Kelimutu Lake, and Batu Cermin Cave. The three destinations have become magnets for domestic as well as foreign tourists to come and enjoy the beauty of NTT.

The Komodo Island is a National Park located on a cluster of big and small islands. Administratively, the island is a part of the Labuan Bajo Village, which also has become one of the new tourist destinations.

In 2012, for its natural beauty, both on land and at sea, the Komodo Island had officially become one of the world’s wonders as officiated by the New 7 Wonders of Nature.

The island can also be reached through land, sea, or air. The most common route is taking the TransNusa airline from Ngurah Rai International Airport in Bali to Labuan Bajo. The 90-minute flight costs Rp99,000 (US$6.5) for a one-way trip. Another option is flying from Bali to Komodo Airport in Flores, followed by a bemo ride (a three-wheeled public transportation), to Labuan Bajo.

By land, travelers can take a bus from Denpasar, Bali, to Labuan Bajo and Bima. By sea, an inter-island ferry can take tourists from Denpasar to Labuan Bajo for roughly 36 hours.

Another natural landmark is the exotic Kelimutu lake inside the crater of Kelimutu Mountain top in Flores. The lake is famed countrywide for its colors. A combination of red, blue and white that would change from time to time.

The lake is located in Pemo Village, Kelimutu subdistrict, Ende region. It is about 62 kilometers away from Ende’s city center, a one-and-half hour drive.

Next is the unique beauty of Batu Cermin (Mirror) Cave with its rows of stalagmites and stalactites. The 200-meter long cave is located in Waisambi Village, West Manggarai Regency. The trip to Batu Cermin cave from Labuan Bajo city center took about four hours, followed by a 15-minute trek uphill to reach the cave’s entrance. An unforgettable panorama of bamboo forests will accompany tourists along the way to the cave. (S4-25)

 

Nusa Tenggara yang tetap Memukau

 

INDONESIA dianugerahi aneka keindahan alam yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Begitu pun di kawasan bagian timur, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki 1.000 daya tarik bagi wisatawan.

Gempa yang melanda Lombok, NTB, beberapa waktu lalu, membuat pariwisata di Pulau Seribu Masjid itu sempat mengalami tekanan. Meskipun demikian, seiring upaya yang dilakukan pemerintah, geliat pariwisata di NTB kini kembali terlihat.

Tengok saja beberapa lokasi wisata unggulan di Lombok, seperti Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata yang telah berkunjung ke daerah tersebut, pihaknya memastikan pemulihan pariwisata di kawasan tersebut berjalan baik.

"Saya harap pemulihan pariwisata Lombok dan Sumbawa selesai dalam waktu tiga bulan (Desember). Jangan biarkan Teluk Nara dan fasilitas lain hancur terlalu lama," ujar Arief saat kunjungan kerja ke Lombok, NTB, akhir Agustus lalu.

Asal tahu saja, Teluk Nara merupakan salah satu akses utama menuju wisata tiga gili favorit di Lombok tersebut. Perjalanan dari Bandara Lombok ke Teluk Nara, wisatawan dapat menggunakan jasa sewa mobil atau travel _agent_ lokal atau naik taksi sampai ke pelabuhan.

Dari Pelabuhan Teluk Nara ke Gili Trawangan hanya dapat menggunakan private speed boat  berkapasitas 10 orang dengan jarak tempuh 10 menit. Hotel di Gili Trawangan juga menyediakan penjemputan dengan speed boat.  Bagi wisatawan yang tengah berada di Bali juga bisa menikmati keindahan alam bawah laut di Lombok, khususnya Gili Trawangan, Air, dan Meno. Pilihan transportasi dari Bali menuju Lombok dapat menggunakan pesawat, feri, dan speed boat.

Selain tiga gili itu, Lombok memiliki banyak pantai dengan hamparan pasir putih nan indah. Sebut saja, Pantai Senggigi yang sedang naik daun. Ombaknya yang cukup tenang sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan berenang.

Pantai Senggigi yang disebut mirip Pantai Kuta Bali juga dilengkapi fasilitas restoran, hotel, dan alat transportasi. Tidak jauh dari situ terdapat Pura Batu Bolong yang menyerupai Pura Tanah Lot di Bali, tapi dengan pemandangan lebih dramatis, terutama saat matahari terbit dan
tenggelam.

Jika bosan melihat pantai, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, tepatnya Di Desa Lembuak, terdapat Taman Narmada yang dibangun Raja Mataram pada 1727. Taman tersebut konon dijadikan tempat peristirahatan para raja sekaligus tempat pelaksanaan upacara resmi kerajaan.

Banyak yang beranggapan bahwa sumber mata air di Taman Narmada dapat membuat awet muda. Walhasil, tanpa sengaja, itu menjadi saya tarik sehingga lokasi tersebut selalu ramai pengunjung di samping menyaksikan taman peninggalan kerajaan dan keindahan bangunan nan megah.

Pulau Komodo
Dari Provinsi NTB jangan lupa untuk singgah ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai objek wisata sudah menjadi buah bibir, seperti Pulau Komodo, Danau Kelimutu, dan Gua Cermin. Tiga destinasi wisata itu menjadi unggulan karena terbukti mampu menjadi magnet bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan menikmati sajian keindahan yang dianugerahkan Tuhan kepada NTT.

Pulau Komodo merupakan Taman Nasional yang berada di beberapa pulau besar dan kecil. Secara administratif, pulau tersebut masuk wilayah Desa Labuan Bajo yang merupakan salah satu wisata baru.

Berkat keindahan alam yang disajikan, baik di daratan maupun lautan, pada 2012, Pulau Komodo resmi menjadi salah satu keajaiban alam dunia setelah ditetapkan oleh New 7 Natural Wonders. Menuju Pulau Komodo dapat ditempuh lewat jalur darat, laut, maupun udara.

Umumnya, dari Bandara Ngurah Rai, Bali, perjalanan dilanjutkan menuju Labuan Bajo menggunakan maskapai TransNusa dengan tarif sekitar Rp990 ribu/sekali jalan dengan waktu tempuh 90 menit. Bisa juga wisawatawan menaiki pesawat dari Bali ke Kupang menuju Bandara Komodo Flores, selanjutnya naik bemo ke Pelabuhan Bajo.

Bila melalui jalur darat, ada bus dari Denpasar, Bali, menuju Labuan Bajo dan Bima. Untuk jalur laut dapat menggunakan feri antarpulau dari Denpasar, Bali, ke Kota Labuan Bajo yang ditempuh sekitar 36 jam perjalanan.

Jika ingin menikmati danau, eksotisme Danau Kelimutu di kawah pada puncak Gunung Kelimutu Flores dapat menjadi pilihan. Danau itu telah terkenal seantero negeri bahkan dunia lantaran memiliki perpaduan tiga warna yaitu merah, biru, dan putih yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Danau Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Jaraknya sekitar 62 kilometer dari pusat Kota Ende dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

Selanjutnya, Gua Batu Cermin yang konon memiliki keindahan yang takkan pernah ditemui di mana pun. Keindahan gua sepanjang 200 meter di Desa Waisambi, Kabupaten Manggarai Barat, berbentuk stalagmit dan stalaktit bervariasi dengan bentuk-bentuk unik.

Perjalanan menuju Gua Batu Cermin dari pusat Kota Labuan Bajo memakan waktu sekitar empat jam. Itu pun masih harus menempuh jalur mendaki selama 15 menit untuk sampai ke mulut gua, meskipun sepanjang jalan, mata disuguhkan pemandangan pepohonan bambu nan teduh. (S4-25)

BERITA TERKAIT