Kapal Baruna VIII Menuju Pulau Terluar


Penulis: Fachry Prayasi - 26 October 2018, 15:05 WIB
MI/Sumaryanto Bronto
MI/Sumaryanto Bronto

KAPALBaruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) resmi mengangkat sauh, dan bertolak dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (26/10). 

Kali ini, kapal tersebut berlayar guna menjalani misi Ekspedisi Nusa Manggala di 10 Pulau terluar Indonesia. Total perkiraan waktu tempuh perjalanan pada ekspedisi ini adalah 60 hari, dan dibagi menjadi 3 sesi perjalanan.

Sebanyak total 17 peneliti bersiap melakukan eksplorasi pada sesi pertama yang dijadwalkan berjalan selama 26 hari. 

Hadiyanto, pakar ekologi makrobentos dari Oseanografi LIPI yang bertugas mengepalai penelitian pada sesi pertama Ekspedisi Nusa Manggala, menargetkan sesi pertama mampu mencapai 4 pulau terluar di perairan Maluku Utara dan Papua, yakni Pulau Jiew, Pulau Budd, Pulau Fani, dan Pulau Brass Fanildo.

“Pada leg pertama ini kita akan menjelajah 3 pulau tak berpenghuni, dan 1 pulau berpenghuni. Untuk pulau tak berpenghuni, kita akan melakukan pemetaan keanekaragaman hayatinya, status pencemaran, dan topografi pulau. Sementara untuk yang berpenghuni kita juga akan mempelajari bagaimana proses hidup penduduknya, juga latar sosial budayanya,” terang Hadi.

Baca juga: LIPI: Masyarakat Perlu Disadarkan Soal Mitigasi Bencana

Eksplorasi yang dicetuskan oleh tim Oseanografi LIPI tersebut akan meneliti pulau terluar dalam 4 aspek, yakni Ekologi Pesisir, Daya Dukung Lingkungan, Geomorfologi, dan Sosial Kemanusiaan. 

Hasil penelitian yang dikumpulkan, nantinya akan digunakan sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk beberapa tujuan lanjutan, seperti penetapan area konservasi, lahan perikanan, atau wisata minat khusus.

Dalam ekspedisi kali ini, LIPI turut menggandeng beberapa peneliti dari berbagai universitas dan LSM, seperti Universitas Khairun Ternate, Univeristas Halu Oleo, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, juga LSM Yayasan Lamun Indonesia (Lamina). 

Sesi pertama penlitian ini dijadwalkan merapat di Biak pada 16 November mendatang, dan dilanjutkan dengan sesi kedua yang akan melakukan penelitian di pulau-pulau terluar lainnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT