All New Honda Brio Lincah Bermanuver


Penulis: Cri Qanon Ria Dewi - 25 October 2018, 05:45 WIB
MI/PERMANA
MI/PERMANA

TAMPILAN Honda Brio generasi kedua yang diluncurkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show pada Agustus 2018 sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Perubahan yang paling kasatmata ialah pada kaca datar di pintu belakang berganti cembung dan berukuran lebih kecil.

Selain itu, dilakukan perubahan pada jarak sumbu roda bertambah 60 milimeter. Hal tersebut membuat kabin city car bagian belakang penumpang menjadi lebih lega. Itu sempat memunculkan keraguan mengenai kelincahan All New Honda Brio.

Namun, keraguan tersebut terbantahkan karena kendaraan low cost green car itu bergerak lincah di tikungan tajam sekalipun. Hal tersebut terlihat ketika dua pembalap nasional, Alvin Bahar dan Rio Saputro Boediharjo, menguji kegesitan All New Honda Brio di pelataran parkir kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, pada Rabu (17/10).

Kedua pembalap melakukan aksi adu cepat melalui jalan lurus, melingkar, maupun tikungan di area yang ketika itu dibuat khusus untuk trek Brio. Alvin pun mengakui walau terjadi perubahan pada sumbu roda, All New Honda Brio tetap lincah dalam bermanuver. "Tetap lincah saat bermanuver, padahal bodinya lebih panjang," kata Alvin pada acara All New Honda Brio Media Test Drive yang diikuti sebanyak 60 wartawan.

Wartawan memperoleh kesempatan menguji All New Honda Brio pada acara yang digelar PT Honda Prospect Motor (HPM), 17-19 Oktober 2018 di Bali, tersebut.

Large Project Leader of All New Honda Brio Honda Research and Development Asia Pacific Tsutomu Harano menjelaskan penyebab Brio baru tetap lincah walau dimensinya lebih panjang ialah penambahan sistem kestabilan. Selain itu, ada perubahan ruang bagasi hingga 90 mm yang membuat kapasitas menjadi 258 liter atau 84 liter lebih besar daripada Brio versi sebelumnya.

All New Honda Brio menggunakan mesin 1.2L I-Vtec 4 silinder yang disempurnakan untuk konsumsi bahan bakar lebih baik dengan mengurangi gesekan di setiap bagian mesin. Tenaga maksimum mesin 1.2L I-Vtec mencapai 90 daya kuda/6.000 rpm untuk transmisi manual dan CVT. Torsi maksimum mencapai 110 Nm/4.800 rpm.

Honda juga mengurangi jumlah emisi dengan mengombinasikan exhaust manifold bersama kepala silinder, dan menempatkan catalytic converter langsung di bawah exhaust manifold untuk meningkatkan pendinginan di ruang pembakaran.

Generasi kedua Brio ditawarkan dalam lima varian, yaitu All New Brio Satya S MT, Brio Satya E MT, Brio Satya E CVT, Brio RS MT, dan Brio RS CVT. City car itu dibanderol mulai Rp139 juta sampai Rp190 juta.
Marketing After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM)--agen pemegang merek (APM) Honda--Jonfis Fandy menjelaskan pihaknya menetapkan target penjualan All New Honda Brio sekitar 4.000 unit per bulan. "Sejak akhir September setelah kami launching harga (Brio), jumlah SPK (surat pemesanan kendaraan) sudah sekitar 4.000," kata Jonfis.

Ekspor
HPM pun segera merealisasikan rencana ekspor All New Honda Brio. Menurut rencana, ekspor mobil tersebut akan dimulai pada paruh pertama 2019.

All New Honda Brio, diproduksi pabrik Honda di Karawang, Jawa Barat, akan diekspor ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Vietnam menjadi negara tujuan yang pertama. Rencana itu menjadikan Indonesia negara pertama yang memproduksi dan mengekspor model Honda Brio generasi ke-2. (Gnr/S-4)

 

BERITA TERKAIT